DEPOKPOS – Indonesia merupakan negara yang menduduki posisi ke-4 sebagai negara dengan total penduduk terbanyak di dunia, yakni sebanyak 282.477.584 jiwa, jumlah ini sesuai dengan data yang dilaporkan oleh kependudukan Indonesia. Bahkan Indonesia di gadang-gadang akan mengalami bonus demografi di tahun 2030. Namun, belakangan ini data menunjukkan bahwa Indonesia justru mengalami penurunan angka kelahiran. Ada banyak faktor yang menjadi penyebab menurunnya angka kelahiran di Indonesia. Berikut faktor-faktor yang menjadi penyebab menurunnya angka kelahiran di Indonesia:
1. Rendahnya Pendapatan Ekonomi
Banyak pasangan yang sudah menikah enggan untuk memiliki anak, dikarenakan biaya hidup yang semakin tinggi, sedangkan mereka belum siap secara materi, memiliki anak bukan hanya sekedar melahirkan saja, butuh banyak biaya untuk mengurus segala keperluannya, dimulai dari pendidikan, kebutuhan sehari-hari dan biaya kesehatan. Ini yang membuat banyak orang berpikir dua kali sebelum memiliki anak.
2. Mendalami Hobi dan Kegemaran
Tidak sedikit orang memilih untuk tidak menikah atau bahkan menunda memiliki anak, hal ini disebabkan mereka masih ingin menjalani hidup yang bebas, mendalami hobi, dan mencoba banyak hal baru di luar sana. Memiliki anak merupakan tanggung jawab yang besar, setelah memiliki anak, seseorang tidak bisa pergi dengan bebas, ada tanggung jawab besar untuk mengurus anak ketika sudah menjadi ayah atau ibu.
3. Partisipasi Wanita di Dunia Kerja
Partisipasi wanita di dunia kerja turut menjadi penyebab menurunnya angka kelahiran di Indonesia, banyak wanita ingin fokus pada kariernya dibanding mengurus anak, mereka berpendapat bahwa memiliki anak akan menyita waktu mereka untuk bekerja, itu lah mengapa banyak wanita yang memilih tidak memiliki anak dan fokus pada karier mereka.
4. Program Keluarga Berencana
Suksesnya program KB yang telah berjalan selama kurang lebih 50 tahun ini memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah kita dapat mengupayakan tidak terjadinya kepadatan penduduk di tengah masyarakat Indonesia. Namun, jika program ini berlebihan, maka dapat menyebabkan penurunan angka kelahiran di Indonesia, bayangkan saja dahulu pasangan suami istri bisa memiliki 5-7 orang anak, sedangkan saat ini, pasangan suami istri rata-rata hanya memiliki 2-4 orang anak.
5. Maraknya tren “Child Free”
Tren Child free di media sosial berhasil membuat banyak orang memilih untuk tidak memiliki anak, alasannya adalah banyak dari mereka yang belum siap untuk menjadi orang tua, dan memilih untuk hidup bersama pasangannya saja. Mereka berpendapat bahwa memiliki anak adalah tugas yang berat dan menyita cukup banyak waktu luang. Mereka hanya ingin fokus pada karier atau mendalami hal yang menjadi kegemaran mereka.
Fadla Maulidia










