DEPOKPOS – Di era sekarang banyak pemuda generasi (Z) yang menyandang gelar sarjana tapi hanya berdiam diri di rumah hal ini menyebabkan angka pengangguran di Indonesia semakin meningkat bedasarkan data badan pusat statistik Tingkat pengangguran terbuka [TPT] tahun 2024 usia paling banyak yaitu sekitar angka 15-24 tahun yakni sebesar 17,32 persen.
Dari kutipan diatas menyatakan bahwa kalangan [gen z]ini sulit untuk memperoleh pekerjaan padahal gen z sendiri merupakan generasi yang lahir saat pesatnya perkembangan teknologi
Hal-hal yang membuat kendala tersebut diantaranya ialah
-EFESIEN WAKTU YANG TIDAK TERATUR
Sebagian dari kalangan ini lebih suka menggunakan waktunya untuk hal yang unfaedah seperti; mengscrolling sosial media berjam-jam dari pada menggunakannya untuk hal positif seperti membaca buku atau hal lainnya yang bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan
-KURANG MENGASAH KEMAMPUAN
Biasa terjadi di kalangan mahasiswa sekarang,mulai dari; public speaking,leadership,hingga magang dll banyak yang beranggapan bahwa nilai dan ipk saja cukup untuk syarat di terimanya seesorang dalam melamar pekerjaan padahal sebuah Perusahaan bukan hanya membutuhkan predikat nilai karyawan tersebut melainkan cara berfikir kritis, keterampilan dan keuletan orang tersebut
-KETERGANTUNGAN BERLEBIHAN
Canggihnya teknologi sekarang orang- orang lebih mudah mencari tahu dan mendapatkan informasi namun ada beberapa orang yang menyalah gunakan hal tersebut contoh;adanya AI [artificial intelligence]fitur canggih yang bisa membuat apapun sesuai yang kita perintahkan maka tak jarang pelajar,mahasiswa hingga karyawan kantoran menggunakan AI untuk menyelesaikan pekerjaannya Hal ini berdamapak negative sekali bagi kita karena bisa membuat berkurangnya daya berfikir hingga ketergantungan dalam memakainya
Sebagai generasi penerus,hal-hal di atas merupakan PR/evaluasi bagi kita untuk lebih berkembang dan maju agar tidak terjadinya tingginya Tingkat pengangguran di generasi z sekarang ini dan selanjutnya.
Firda Choerurisa
Mahasiswa STEI SEBI










