DEPOKPOS – Seorang wanita harus bisa mengatur waktu dengan baik. Harus bisa membagi waktu dengan baik. Karena dengan kita mengatur ataupun membagi waktu dengan baik, pasti hidup kita bakal teratur dengan baik. Seorang muslimah produktif adalah muslimah yang selalu berikhtiar dan berdakwah dalam kondisi apapun, sesuai dengan kemampuannya.
Produktivitas seorang muslimah harus dilandasi dengan niat yang ikhlas karena Allah. Menjadi muslimah yang produktif itu sangat berarti sekali. Karena produktivitas seorang muslim dapat menggerakkan kehidupan menjadi lebih bernilai lagi dan tentunya bermanfaat untuk masyarakat luas.
Ibnu Qayyim pernah berkata: Wanita yang merupakan setengah dari masyarakat yang melahirkan setengah lainnya, sehingga mereka dapat dikatakan sebagai keseluruhan dari masyarakat.” Pendapat Ibnu Qayyim semakin menegaskan dalam peran perempuan untuk membangun suatu peradaban. Dan dapat diartikan pula bahwa perempuan harus berjuang dan produktif.
Berikut terdapat berbagai cara menjadi wanita yang produktif :
Memanfaatkan waktu dengan baik
Produktivitas dalam Islam dimulai dari kemampuan memanfaatkan waktu dengan baik. Menghargai waktu berarti tidak menyia-nyiakannya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat atau sia-sia. Oleh karena itu, seorang muslim harus mampu mengatur waktunya dengan bijak, baik dalam hal ibadah, pekerjaan, maupun kegiatan sosial.
Niat yang lurus dan ikhlas
Produktivitas yang sejati dalam Islam bukan hanya tentang seberapa banyak yang bisa kita capai, tetapi juga bagaimana niat kita dalam melakukan aktivitas tersebut. Ketika seorang muslimah berniat untuk bekerja keras dengan tujuan mencari rida Allah dan memberi manfaat bagi orang lain, maka setiap pekerjaannya akan bernilai ibadah.
Fokus terhadap akhirat, namun tidak melupakan kehidupan di dunia
Seorang muslimah produktif adalah mereka yang fokus menunaikan kewajiban ibadah, seperti salat, puasa, dan sedekah, namun tidak melupakan tanggung jawab duniawi, seperti bekerja dan mencari nafkah. Bahkan, bekerja dan mencari nafkah pun diniatkan untuk ibadah dan agar tidak meminta-minta.
Mengembangkan potensi diri
Produktivitas seorang muslimah dapat tercermin dari semangatnya dalam menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu dunia yang bermanfaat. Dengan ilmu yang dimiliki, seorang muslimah dapat memberikan manfaat lebih besar bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan agamanya.
Jangan malas-malasan
Seorang muslimah yang produktif harus mampu melawan rasa malas dan senantiasa aktif dalam melakukan kebaikan. Rasa malas adalah penghalang utama dalam produktivitas, dan Islam mengajarkan pentingnya disiplin dan kerja keras.
Menjadi muslimah yang produktif berarti menjadi seseorang yang mampu memanfaatkan waktu dan potensi yang diberikan oleh Allah dengan sebaik-baiknya. Produktivitas dalam Islam tidak hanya diukur dari seberapa banyak hal yang bisa dicapai, tetapi juga dari bagaimana setiap aktivitas yang dilakukan membawa manfaat dan bernilai ibadah. Dengan niat yang lurus, usaha yang maksimal, doa, dan tawakal kepada Allah, seorang muslim dapat mencapai produktivitas yang optimal, baik dalam urusan dunia, lebih-lebih dalam urusan akhirat.
Siti Nurkhoiroh Nutcqy
Mahasiswi STEI SEBI










