DEPOKPOS – Influencer media sosial memiliki pengaruh besar terhadap cara berpikir dan bertindak, khususnya di kalangan remaja. Influencer bukan hanya sekedar selebritas tradisional, melainkan individu yang mampu menjangkau audiens yang luas melalui konten kreatif di platform seperti Instagram, YouTube, dan tiktok. Remaja yang masih mengembangkan identitas dan kepribadian mereka dipengaruhi secara luas dan rumit oleh fenomena ini dalam hal gaya hidup, mentalitas, dan prinsip moral mereka.
Dampak positif influencer terhadap moral dan perilaku remaja sangat berarti, terutama dalam aspek pengembangan diri dan kesejahteraan psikologis. Influencer yang mengunggah konten edukatif, motivasi, dan gaya hidup sehat bisa menginspirasi remaja untuk membangun kebiasaan positif, meningkatkan rasa kepercayaan diri, serta memudahkan mereka untuk bersosialisasi. Konten-konten tersebut juga membantu remaja menjadi lebih terbuka terkait lingkungan sekitar dan memperluas wawasan sosial mereka.
Dampak positif lainnya adalah peningkatan rasa kepedulian sosial dan empati. Konten yang mengangkat isu sosial dan inspiratif mampu menumbuhkan kesadaran sosial remaja, mendorong mereka untuk berbagi, membantu sesama, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Dampak negatif influencer terhadap moral dan perilaku remaja meliputi penurunan kualitas bahasa, hilangnya rasa malu, dan lunturnya rasa hormat akibat konten yang tidak mendidik serta penggunaan bahasa kasar serta munculnya perasaan tidak percaya diri dan obsesi terhadap kesempurnaan yang tidak realistis karena paparan citra influencer yang ideal. Dorongan gaya hidup konsumtif dan materialistis yang memicu tekanan sosial, masalah keuangan, dan stres psikologis. serta penyebaran konten standar kecantikan tidak realistis yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan sosial.
Oleh karena itu, diperlukan pendekatan menyeluruh melalui pendidikan literasi digital, pengawasan keluarga, sekolah, dan peran aktif platform media sosial agar remaja mampu menyaring pengaruh influencer secara kritis dan memanfaatkannya secara positif demi perkembangan moral dan perilaku yang sehat serta bertanggung jawab. Pendekatan ini juga harus mencakup pembelajaran tentang kesejahteraan digital, keamanan berinternet, serta kemampuan mengenali dan menangkal misinformasi, sehingga remaja dapat menggunakan media sosial secara seimbang dan aman dalam kehidupan sehari-hari.
Alfiah Dwi Wahyu Hidayah
Prodi Akuntansi
Universitas Pamulang










