Mahasiswa UPER Inisiasi Program Ubah Sampah Jadi Cahaya

MAJALAH BOGOR – Berdayakan Sumber Daya Manusia (SDM), Mahasiswa Universtas Pertamina (UPER) ajak anak jalanan merakit energi dari lingkungan sekitar.

Tingginya jumlah anak jalanan di perkotaan dan terbatasnya akses listrik di kawasan padat penduduk masih menjadi persoalan nyata di negri ini, terutama di wilayah urban marginal.

“Meskipun tampak sederhana, proses ini membawa pengalaman yang luar biasa bagi peserta. Banyak dari mereka yang untuk pertama kalinya menyadari bahwa bahan-bahan di sekitar rumah yang sering dianggap sebagai limbah atau benda biasa ternyata dapat menghasilkan energi. Eksperimen ini tidak hanya memperkenalkan konsep dasar listrik dan reaksi kimia, tetapi juga membuka imajinasi mereka bahwa ilmu pengetahuan dapat diakses, dipahami, dan bahkan diciptakan oleh siapa saja, di mana saja,” pungkas Alzena.

Tak hanya bereksperimen dengan listrik dari jeruk dan panel surya mini, kegiatan ini juga menerapkan pendekatan hands-on berbasis STEM yang terbukti efektif dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemahaman konsep sains secara lebih mendalam pada siswa sekolah dasar (Azizah dan Budiyanto, 2021).

Melalui simulasi langsung, anak-anak belajar bagaimana sinar matahari diserap oleh panel surya dan diubah menjadi listrik; sebuah teknologi bersih yang kian penting di tengah perubahan iklim dan kebutuhan energi masa depan.

Peserta juga membuat kerajinan tangan ramah lingkungan dari bahan-bahan bekas seperti botol plastik dan stik es krim. Dari tangan-tangan kecil mereka, lahirlah berbagai barang fungsional seperti vas bunga, kotak pensil, hingga wadah penyimpanan sederhana menjadi bukti bahwa sampah bukan akhir dari siklus, tetapi bisa menjadi awal dari sesuatu yang berguna dan indah.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Wawan Gunawan A. Kadir, M.Si., menegaskan bahwa program ini merefleksikan komitmen kampus untuk menjawab tantangan nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam isu kesenjangan energi, pendidikan, dan pengelolaan lingkungan.

“Ketika anak-anak jalanan tidak memiliki akses listrik, apalagi pendidikan formal, maka ada pekerjaan besar yang harus kita hadapi bersama. Kami percaya bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk tidak sekadar mencetak lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret di tengah ketimpangan itu. Mahasiswa Uper telah menunjukkan bahwa ilmu, bila dibarengi empati dan aksi, bisa menyalakan harapan di tempat yang paling gelar,” tutup Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir M.S., IPU.

Sebagai informasi, Universitas Pertamina kini menghadirkan program pendidikan Pascasarjana (S2) Sains Keberlanjutan terfokus pada bidang Sustainability and Energy.