Oleh: Hana Sheila, Anggota Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok
Sangat disayangkan, tahun baru Islam (tepatnya 27 Juni 2025) kemarin, diwarnai dengan berbagai persoalan yang masih menimpa umat Islam. Salah satunya genosida di Palestina masih terjadi di tengah pengkhianatan pemimpin Muslim karena tidak bergerak sama sekali mengirimkan pasukan ke Gaza. Umat Islam masih dijajah oleh Zionis dan dibuat mati kelaparan, bahkan ketika bantuan masuk harus bertaruh nyawa karena tentara Zionis juga menyerang tempat tersebut. Belum lagi perang antara Iran dan Israel yang mengundang berbagai respon.
Seharusnya tahun baru Islam bukan hanya sekadar perayaan, pergantian tahun merupakan momen instropeksi, Allah telah melabeli umat Islam sebagai umat terbaik. Umat Islam memiliki jati diri sebagai pembawa cahaya bagi kehidupan, dan mengajak umat yang lain agar meninggalkan kegelapan, kebodohan, kehinaan dan mengambil cahaya Islam.
Maka, aktivitas amar ma’ruf nahi munkar merupakan aktivitas umat Muslim. Sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW yang tak pernah lelah dalam dakwah, membawa cahaya melalui penerapan Islam kaffah, Melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah bukan karena menghindari siksaan kaum kafir Quraisy, melainkan membawa Islam pada jati diri sebagai rahmat bagi seluruh alam, yang diketahui peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dikenal peristiwa 1 Muharram.
Sayangnya predikat umat terbaik tidak nampak pada kaum Muslim saat ini, tapi malah terpuruk pada kehinaan dan kenestapaan seperti genosida di Palestina, carut marutnya umat dalam memenuhi kebutuhan pokok, jauhnya generasi umat islam pada ajaran yang murni, rusaknya kehidupan bernegara dan bermasyarakat karena tersekat dengan paham nasionalisme.
Tersekatnya umat Islam dengan nasionalisme adalah standar cacat dari predikat khairu ummah. Umat Islam harusnya menyadari, kondisi yang mereka alami akibat dari jauhnya aturan Allah dalam setiap sendi kehidupan, bukan malah mengambil sistem sekularisme yang berasal dari barat.
Oleh karena itu, harusnya tahun baru ini menjadi momen untuk hijrah menuju sistem Islam kaffah yang akan menjadi rahmat bagi seluruh alam.[]
.







