Oleh: Adzkiya Zahira Nabilah Fiki dan Assyifa Balqis. Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA.
DEPOKPOS – “Ngapain capek-capek kerja kantoran kalau sampai rumah masih harus megang sapu dan masak juga? Kasihan badannya, mending fokus satu aja.”
“Kasihan ya anaknya, masih kecil udah sering ditinggal-tinggal aja, emangnya gaji segitu kurang buat makan?”
Moms sering gak sih dengar celetukan itu dari mulut-mulut lingkungan sekitar. Emangnya ada yang salah ya kalau seorang ibu berkarier? Banyak yang mikir kalau tugas seorang ibu itu cuma di rumah aja, jadi buat apa susah-susah bekerja? Padahal, kalau dilihat dari sudut pandang Islam, wanita juga punya hak buat belajar, berkarier, dan berkontribusi di luar rumah. Islam justru ngajarin kita buat menghargai ilmu dan peran wanita, jadi bukan cuma soal dapur atau rumah aja. Nah, artikel ini akan membahas pandangan Islam mengenai ibu muslimah yang berkarier, bagaimana menyeimbangkan peran tersebut dengan kewajiban seorang ibu di dalam rumah tangga, serta kunci kesehatan mental. Keselarasan antara dunia kerja dan agama menjadi kunci agar ibu muslimah yang berkarier dapat menjadi pribadi yang sukses dan berkah.
Ibu yang Berkarier dalam Perspektif Islam
Seorang ibu yang berkarier dalam perspektif Islam dipandang sebagai pribadi yang mulia, cerdas, hebat, terhormat dan memiliki keunggulan karena kemampuan akal, kemandirian, serta kontribusinya dalam menjalankan peran profesional. Seorang ibu yang berkarier biasanya punya alasan tersendiri seperti karena adanya faktor kebutuhan ekonomi, kebutuhan dukungan sosial, kebutuhan untuk mencapai aktualisasi diri dan lainnya. Semua ini diperbolehkan dalam Islam selama aktivitas tersebut dilandasi iman dan nilai-nilai syariat. Allah juga berfirman di dalam Al-Qur’an surah An-Nahl: 97
Yang artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97).
Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa wanita karier diperbolehkan dan memiliki kedudukan yang sama dengan laki-laki dalam beramal dan meraih kebaikan, selama dilakukan dalam keadaan beriman dan untuk beramal saleh.
Kewajiban seorang Ibu di dalam Rumah Tangga
Allah menciptakan perempuan dengan keistimewaan yang khas seperti menstruasi, mengandung, melahirkan, dan menyusui. Proses-proses ini bukanlah hal yang ringan, melainkan membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan emosional yang kuat. Karena kewajiban tersebut cukup besar, muncul pandangan bahwa perempuan, khususnya istri perlu lebih memusatkan perhatian pada kewajiban dan perannya di dalam keluarga. Selain itu, istri juga mengelola urusan rumah tangga, seperti mengurus anak dan suami, belanja kebutuhan harian, memasak makanan, mencuci pakaian, merapikan rumah, hingga mendidik anak.
Cara Menyeimbangkan Karier dan Kewajiban Rumah Tangga
Dari pembahasan diatas kadang susah gak sih untuk menyeimbanginya antara karier dan kewajiban sebagai seorang istri dan juga sebagai seorang ibu, tapi Moms jangan khawatir karena kita bisa lho menyeimbangkan itu semua dengan memperhatikan beberapa hal berikut:
Niatkan semua pekerjaan yang sedang Moms jalankan ini untuk beramal sholeh.
Mendapat dukungan dan ridho dari suami.
Pekerjaan yang sedang dijalani tidak membuat Moms lupa dengan tanggung jawab sebagai seorang istri dan ibu.
Saat beraktivitas diluar rumah, Moms harus tetap menjaga adab, dimulai dari cara berpakaian, cara berkomunikasi, cara berjalan, serta menjaga batasan dengan lawan jenis yang ada di tempat kerja.
Tetap harus memperhatikan kondisi kesehatan fisik dan mental Moms.
Nah disini ada contoh nyata seorang ibu yang seimbang antara karier dan kewajibannya sebagai seorang ibu yang bisa Moms jadikan teladan nih, ia adalah ibunda Khadijah istri Rasulullah ﷺ. Bunda Khadijah dikenal sebagai wanita yang sukses dalam dunia perdagangan, ia juga memiliki 6 orang anak, 2 anak laki-lakinya meninggal saat usianya masih kecil dan 4 orang anak perempuan. Walaupun berkarier, ia tetap bisa menjalankan perannya sebagai seorang istri dan ibu dalam rumah tangga yang penuh dengan keteladanan. Ditengah kesibukannya, beliau tetap menjadi pendamping dan pendukung setia suaminya yaitu Rasulullah ﷺ. Dari kisah ibunda Khadijah ini, bisa kita simpulkan bahwa kita sebagai perempuan bisa berkarya dan berkontribusi di ruang publik tanpa harus kehilangan keseimbagan dalam rumah tangga, tetapi dengan catatan semua ini dijalankan dengan niat yang baik, mendapatkan ridho dari suami, adab yang terjaga, memahami batasan-batasan dan kesadaran terhadap perannya baik sebagai ibu atau sebagai seorang istri ya Moms serta harus tetap memperhatikan kesehatan fisik dan mental juga lho ya!.
Cara Mengatasi Stres tanpa Mengorbankan Mental
Moms juga ngerasa gak sih kalau lagi banyak kerjaan yang harus diselesaikan dan banyak yang harus diurus di rumah kadang rasanya suka stres, kadang juga rasanya bingung harus ngelakuin apa dan harus bagaimana kalau stress lagi muncul. Banyak orang yang masih menyepelekan kesehatan mental, padahal itu juga ga kalah penting lho Moms! Sama halnya seperti kesehatan fisik untuk menjalankan aktivitas dan tanggung jawab sehari-hari. Nah, tenang aja Moms disini nanti bakal diajarin bagaimana caranya agar karir dan rumah tangga tetap berjalan dengan aman tanpa mengorbankan mental Moms semua nii, berikut ini ada beberapa teknik yang bisa Moms lakukan saat sedang menghadapi stres:
1. Meluangkan Waktu untuk Me Time
Di Tengah sibuknya pekerjaan kantor dan rumah, tetap ga boleh ngelupain kebahagian diri ya! Moms bisa nih meluangkan waktu untuk “Me time” dengan melakukan hal-hal yang Moms suka seperti melakukan hobi, merajut, yoga, melakukan aktivitas yang disukai atau bisa juga jalan-jalan, karena “Me time” bisa menjadi obat stres paling ampuh lho!
2. Membahagiakan Diri dengan Self Reward
Disini Moms bisa memberikan apresiasi berupa hadiah-hadiah kecil untuk diri sendiri. karena memberikan hadiah untuk diri sendiri itu penting lho, Moms! Misalnya hari ini sudah berhasil menyelesaikan tugas pekerjaan kantor sebelum deadline, Moms bisa traktir diri sendiri dengan membeli make-up baru, spa santai, belanja barang kesukaan atau sekedar makan makanan yang enak untuk merayakan pencapaian diri Moms yang luar biasa hari ini.
3. Membuat Jadwal Harian Apa Saja yang Akan Dilakukan (to-do-list)
Moms bisa membuat jadwal harian dimulai dari hal kecil, seperti merencanakan menu sarapan untuk besok, Moms juga bisa memilah tugas mana yang perlu diselesaikan segera dan mana yang bisa ditunda. Moms dapat membiasakan menyusun jadwal ini pada malam hari agar keesokan paginya Moms bisa bangun dengan rencana yang sudah lebih tertata.
4. Menyempatkan Waktu untuk Berkumpul dengan Sahabat
Di tengah banyaknya tumpukan pekerjaan di kantor dan urusan di rumah yang tak ada habisnya, Moms ngerasa nggak sih kepala itu suka terasa penuh dan emosi jadi gampang meledak-ledak. Karena itulah, penting juga untuk meluangkan waktu untuk berkumpul dengan sahabat. Walaupun hanya sekedar mengobrol, tertawa, atau berbagi cerita, justru itu bisa menjadi salah satu cara untuk melepas lelah yang efektif. Biasanya, setelah bertemu sahabat, perasaan jadi lebih lega dan suasana hati pun kembali membaik.
5. Meminta Bantuan dan Dukungan dari Pasangan, Keluarga atau Para Ahli
Moms jangan sungkan untuk meminta bantuan dari pasangan atau keluarga dalam urusan rumah tangga ataupun dalam mengasuh anak. Dukungan yang mereka berikan tidak hanya membantu secara praktis, tetapi juga penting sebagai tempat berbagi cerita dan meluapkan perasaan. Jika tekanan masih terasa berat, tidak ada salahnya mencari bantuan profesional, seperti berkonsultasi dengan Psikolog. Langkah ini penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik agar Moms tetap bisa menjalani peran di rumah dan di tempat kerja dengan lebih seimbang.
