Respon Cepat Laznas Dewan Dakwah untuk Gempa NTT: Kirim Bantuan Sekaligus Dai Sebagai Relawan

oleh
oleh
Respon Cepat Laznas Dewan Dakwah untuk Gempa NTT: Kirim Bantuan Sekaligus Dai Sebagai Relawan

Manggarai Timur, NTT — Respons cepat dilakukan Laznas Dewan Dakwah menyusul bencana gempa 7.7M yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8) lalu. Tidak hanya membawa bantuan pangan untuk memenuhi kebutuhan dasar penyintas, Laznas Dewan Dakwah juga menerjunkan dai muda Dewan Dakwah sebagai relawan cepat langsung ke lokasi terdampak di Dusun 2 Kampung Kalo, Desa Compang, Manggarai Timur, NTT.

Kehadiran para dai muda ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ketenangan yang lebih utuh bagi masyarakat terdampak. Di tengah situasi bencana gempa susulan yang terus hadir, para relawan tidak hanya membantu menyalurkan kebutuhan pokok, tetapi juga memberikan layanan psikososial bagi penyintas, khususnya anak-anak yang menghadapi situasi traumatis akibat gempa.

Para penyintas penyintas juga termasuk anak-anak di lokasi mendapatkan pendampingan melalui kegiatan belajar dan mengaji. Di sela kondisi darurat, aktivitas tersebut menjadi ruang bagi mereka untuk kembali bermain, belajar, berinteraksi, sekaligus mendapatkan ketenangan bersama para pendamping.

“Dalam situasi bencana, bantuan memang penting. Namun masyarakat, anak-anak juga membutuhkan kehadiran, perhatian, dan ruang untuk kembali merasa aman. Karena itu, kami mengirimkan dai muda agar respons kemanusiaan tidak berhenti pada distribusi bantuan,” ujar Hafidz komandan Program Laznas Dewan Dakwah.

Bagi Laznas Dewan Dakwah, kecepatan merespons bencana bukan semata soal seberapa cepat bantuan tiba, tetapi juga seberapa cepat masyarakat merasakan bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit seorang diri.

Dari Kampung Kalo, Ustadz Wahyu, dai muda Dewan Dakwah hadir sebagai relawan kemanusiaan sekaligus pendamping yang membawa harapan; bantuan untuk kebutuhan penyintas, mendampingi anak-anak menghadapi trauma, dan menjaga agar proses belajar serta mengaji tetap berlangsung di tengah keterbatasan.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Laznas Dewan Dakwah untuk menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan fisik sekaligus menguatkan kembali harapan para penyintas bencana.