DEPOKPOS – (Parenting Education, Screening Kesehatan, dan Ruang Konsultasi) Ruang Komite SLBD/D1Y PAC Surakarta|Rabu, 5 November 2025 – SLB D/D1 Ypac Surakarta mengadakan kegiatan pendampingan untuk orang tua dan siswa dengan tema “Gadget Bagi Tumbuh Kembang ABK” yang dilaksanakan pada Rabu, 5 November 2025 di Ruang Komite.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr.EryPrasetya, M.Psi, seorang psikolog klinis yang aktif dalam bidang tumbuh kembang anak serta pendampingan keluarga berkebutuhan khusus.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB yang diawali dengan pengumpulan seluruh wali murid dari jenjang SLB D dan D1. Para peserta mendapatkan edukasi mengenai peran dan dampak gadget terhadap perkembangan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di era digital saat ini.
Dalam pemaparannya, Dr. Ery menjelaskan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, terutama pada aspek perkembangan sosial-emosional anak.
Beliau menekankan bahwa paparan radiasi dan akses informasi tanpa kontrol dapat mempengaruhi perilaku anak, bahkan beberapa penelitian terbaru menunjukkan adanya keterkaitan penggunaan gawai dengan munculnya gejala gangguan bipolar pada anak tertentu.
Karena itu, Dr. Ery mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam melakukan pendampingan serta pemantauan pada setiap aktivitas digital anak. Algoritma pada platform digital sering kali menyajikan konten yang tidak sesuai usia, sehingga pendampingan merupakan bentuk proteksi utama bagi ABK saat berselancar di dunia maya.
Setelah sesimateri selesai, kegiatan berlanjut dengan dua layanan pendampingan. Anak-anak terlebih dahulu mengikuti pemeriksaan kesehatan mata yang difasilitasi langsung oleh tenaga kesehatan dari Klinik Dr.Ery.
Pemeriksaan ini penting untuk memastikan bahwa penggunaan gadget tidak menimbulkan gangguan penglihatan yang sering kali tidak disadari oleh orang tua maupun anak.
Di waktu yang bersamaan, dibuka juga sesi konsultasi psikologi khusus untuk orang tua. Mereka dapat menyampaikan pertanyaan, kecemasan, maupun kendala terkait perkembangan anak secara lebih personal bersama Dr. Ery.
Menariknya, sesi konsultasi ini bersifat seikhlasnya dan seluruh donasi yang terkumpul akan diberikan kepada panti asuhan disabilitas sebagai bentuk dukungan nyata terhadap lingkungan pendidikan inklusif yang lebih luas.
Kegiatan ini disambut dengan sangat antusias, dibuktikan dengan keterlibatan aktif orang tua selama sesi materi dan tingginya minat untuk mengikuti sesi konsultasi dan skrining kesehatan.
Acara ditutup dengan harapana garkegiatan edukasi dan pen dampingan seperti ini dapat terus berkelanjutan untuk mendukung tumbuh kembang ABK secara menyeluruh baik dari sisi kesehatan, psikologis, maupun pendampingan keluarga.
Penulis: Andes Rain
