DEPOKPOS – Tol Bayung Lencir-Pijoan yang menghubungkan Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dan Kabupaten Muaro Jambi, Jambi menjadi salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan meningkatkan daya saing daerah melalui perbaikan infrastruktur logistik Trans Sumatera serta meningkatkan perekonomian daerah.
Tol Trans Sumatera yang diresmikan oleh Joko Widodo pada bulan Oktober 2024 dengan Panjang 57 KM ini membawa dampak signifikan, khususnya di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Apa saja dampak tersebut?
Pangkas Waktu Tempuh & Biaya Logistik
Tol ini memangkas waktu perjalanan secara signifikan dari Jambi menuju Palembang, dari sebelumnya lebih dari 3 jam menjadi sekitar 1 jam. Ini meningkatkan efisiensi distribusi barang, logistik hasil pertanian, dan sumber daya alam, sehingga menurunkan biaya operasional.
Peningkatan Harga Tanah dan Investasi
Keberadaan pintu gerbang tol, seperti di Sebapo dan Pijoan (Muaro Jambi), memicu kenaikan harga lahan di sekitarnya. Wilayah yang dilewati tol kini berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, menarik investor untuk mengembangkan kawasan industri, komersial, dan perumahan.
Menggeliatnya UMKM dan Ekonomi Lokal
Aksesibilitas yang lebih baik meningkatkan pergerakan orang dan barang, yang berdampak positif pada peningkatan omzet Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) baik di rest area dalam tol maupun di sekitar area luar ruas tol.
Dukungan Ketahanan Pangan
Tol ini berperan sebagai jembatan penting dalam distribusi pangan, yang menghubungkan daerah penghasil pertanian di Jambi dan Sumatera Selatan dengan pasar yang lebih luas dengan lebih cepat, menjaga harga pangan tetap stabil.
Terbukanya Lapangan Kerja
Proyek konstruksi dan pengoperasian jalan tol menciptakan lapangan kerja baru, baik selama tahap pengerjaan maupun setelah operasional (petugas tol, keamanan, kebersihan, dan staff rest area).
Sampai saat ini belum ada penetapan tarif resmi untuk Tol Bayung Lencir-Pijoan sehingga ruas tol ini masih dapat diakses secara gratis sampai diterbitkannya SK Menteri PUPR mengenai tarif tol tersebut. Meskipun gratis, pengguna tol tetap diharuskan memiliki kartu e-toll untuk mengakses ruas tol ini.
Meskipun kondisi jalan ruas tol ini belum sepenuhnya mulus karena proses pembangunan masih berlangsung, ruas tol ini sangat membantu dari segi waktu dan keselamatan bagi para pengendara dari Bayung Lencir menuju Pijoan maupun sebaliknya sebab sebelum adanya ruas tol ini pengendara harus menempuh Jl. Lintas Sumatra dengan medan yang berkelok-kelok dan didominasi perkebunan sawit yang jauh dari pemukiman.
Dengan demikan diharapkan ruas tol ini dapat meningkatkan konektivitas antar-daerah di Sumatera, mempercepat waktu tempuh, serta menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jambi dan Sumatera Selatan.
Oleh Sherin Ramadhani – Mahasiswa Magister Akuntansi Universitas Pamulang

