DEPOKPOS – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Gunadarma melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Bank Sampah Edelweiss, RW 07, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Program ini dilaksanakan melalui dua kali pertemuan, yakni pada 10 Mei 2026 dan 13 Juni 2026. Kegiatan ini digelar untuk mendampingi pengurus bank sampah dalam membenahi tata kelola organisasi, administrasi, pencatatan keuangan, legalitas, hingga pemanfaatan teknologi digital, agar pengelolaan sampah di lingkungan tersebut berjalan lebih tertata dan berkelanjutan.
Bank Sampah Edelweiss sendiri sudah cukup dikenal di lingkungan RW 07. Berdiri sejak Januari 2024, bank sampah ini kini memiliki sekitar 90 nasabah aktif dengan kegiatan operasional yang berjalan rutin setiap dua minggu sekali. Roda kegiatannya digerakkan oleh para relawan yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga, yang secara sukarela menyisihkan waktu untuk menimbang, mencatat, dan mengelola sampah yang disetorkan warga menjadi barang bernilai ekonomi.
Meski sudah berjalan lebih dari setahun, pengelolaan Bank Sampah Edelweiss masih banyak mengandalkan cara-cara manual. Pada kunjungan pertama, tim Universitas Gunadarma melakukan observasi langsung terhadap kegiatan bank sampah, dilanjutkan dengan wawancara bersama pengurus dan relawan untuk memahami kondisi di lapangan.
Dari hasil identifikasi tersebut, tim menemukan bahwa pencatatan keuangan di Bank Sampah Edelweiss masih dilakukan secara manual dan belum ditunjang sistem pencatatan digital. Bank sampah ini juga belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis sebagai acuan kerja pengurus, sementara dari sisi administrasi dan legalitas, organisasi ini masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut agar tata kelolanya semakin rapi. Di sisi lain, tim turut menemukan potensi pengembangan produk baru dari kegiatan bank sampah, yakni pengolahan minyak jelantah bekas menjadi sabun, yang berpeluang menjadi nilai tambah ekonomi bagi para relawan.
Berbagai temuan tersebut menjadi dasar bagi tim Universitas Gunadarma untuk merancang program pendampingan yang lebih menyeluruh. Sebagai langkah nyata, tim menyusun Buku Saku SOP Bank Sampah dan Buku Saku Pencatatan Keuangan Sederhana yang bisa langsung dipraktikkan pengurus dalam kegiatan sehari-hari, sekaligus merancang desain aplikasi Android untuk membantu pencatatan operasional bank sampah agar tidak lagi bergantung pada catatan manual di buku.
Bantuan tersebut disambut antusias oleh pengurus dan relawan Bank Sampah Edelweiss. Selama ini pencatatan transaksi masih dilakukan secara manual, sehingga informasi tabungan dan setoran sampah hanya dipegang oleh pengurus. Kehadiran panduan dan rancangan aplikasi dari tim Universitas Gunadarma diharapkan dapat memudahkan pengurus dalam mengelola data, sekaligus memberi kesempatan bagi nasabah untuk turut memantau perkembangan tabungan sampahnya sendiri.
Ketua Tim PKM Universitas Gunadarma, Diana Sari, mengungkapkan, pendampingan terhadap Bank Sampah Edelweiss akan dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya sebatas satu kali kunjungan. “Kami tidak ingin datang sekali lalu selesai. Harapannya, dengan sedikit dukungan sistem pencatatan digital, pengurus bisa lebih mudah mengelola administrasi bank sampah ke depannya,” ujarnya.
Pengurus Bank Sampah Edelweiss menyambut baik kehadiran tim Universitas Gunadarma. “Selama ini kami masih mencatat semuanya secara manual. Dengan pendampingan dari Tim Universitas Gunadarma ini kami berharap administrasi menjadi lebih rapi dan pelayanan kepada nasabah semakin mudah,” ungkapnya.
Program pendampingan ini direncanakan akan berlanjut pada semester berikutnya melalui kunjungan ketiga. Pada tahap tersebut, tim Universitas Gunadarma akan memfokuskan kegiatan pada pengembangan aplikasi sistem informasi Bank Sampah Edelweiss berdasarkan hasil evaluasi dan masukan dari pengurus. Pengembangan ini diharapkan dapat mendukung proses pencatatan dan pengelolaan administrasi bank sampah secara lebih efektif, sekaligus memudahkan pengurus dalam memantau data nasabah dan transaksi sampah dari waktu ke waktu.
Kolaborasi antara Universitas Gunadarma dan Bank Sampah Edelweiss diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, khususnya dalam mendukung pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian lingkungan di Kota Depok.
