BANDUNG – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono membenarkan DPRD Jabar memutuskan untuk menghapus seluruh agenda kunjungan kerja (kunker) luar provinsi dan luar negeri sebagai langkah ekstrem efisiensi anggaran di tengah tekanan ekonomi global.
Ono menyatakan langkah ini diambil untuk memastikan struktur APBD tetap sehat dan dialokasikan sepenuhnya guna memitigasi munculnya angka kemiskinan baru di wilayah Jawa Barat.
“DPRD sudah melakukan penghematan. Misalnya dengan menghapus kunjungan luar provinsi dan luar negeri, serta menekan anggaran makan dan minum,” ujar Ono di Bandung, Sabtu.
Ono menegaskan lembaga legislatif tersebut kini tengah bersiap menyesuaikan diri dengan kebijakan penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang diwacanakan pemerintah, termasuk opsi penerapan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH).
Menurutnya, skema rapat daring melalui zoom meeting bukan lagi kendala karena telah teruji efektif saat masa pandemi, kecuali untuk agenda krusial seperti rapat paripurna.
“Kalau rapat-rapat dilakukan secara zoom meeting, itu bukan hal yang sulit. Kita sudah pernah jalankan dan tidak ada kendala berarti,” katanya.
Selain pemangkasan perjalanan dinas, efisiensi juga menyasar operasional kantor. Penggunaan listrik, lampu, hingga pendingin ruangan (AC) kini dibatasi ketat di luar jam kerja untuk menekan beban belanja daerah.
“Di DPRD ini sudah duluan. Tidak ada kegiatan malam hari yang menggunakan AC. Itu bagian dari efisiensi yang sudah berjalan,” ucap Ono.
Ia menekankan bahwa penghematan ini bukan sekadar soal angka, melainkan komitmen politik untuk mengarahkan belanja daerah agar lebih berpihak pada kepentingan masyarakat luas di tengah ancaman krisis energi.
“Yang paling penting, anggaran harus difokuskan untuk mencegah munculnya kemiskinan baru di Jawa Barat,” tuturnya.
