Industri Percetakan Ditengah Gempuran Media Digital

oleh
oleh

DEPOKPOS – Di tengah dominasi media digital, industri percetakan sering dianggap sebagai bidang yang secara bertahap kehilangan posisinya. Namun, pada tahun 2025 menunjukkan hal yang berbeda.

Industri percetakan Indonesia menunjukkan bahwa kemampuan beradaptasi sangat penting untuk tetap hidup dan bahkan berkembang.

Anggapan bahwa era teknologi akan “mematikan” percetakan tidak benar. Meskipun digitalisasi mengubah cara orang menggunakan informasi, itu juga menciptakan kebutuhan baru yang layar tidak dapat penuhi.

Produk cetak seperti kemasan, label, materi promosi, dan barang dagangan masih memiliki nilai fisik dan emosional yang kuat, terutama untuk menciptakan identitas merek.

Pada tahun 2025, kemajuan teknologi akan menjadi penentu. Proses produksi yang lebih cepat, fleksibel, dan individual dapat dicapai melalui pencetakan digital.

Konsumen tidak lagi sekadar mencetak dalam jumlah besar, tetapi mereka juga meminta desain khusus sesuai permintaan.

Hal ini membuka peluang besar bagi bisnis percetakan, terutama UMKM, untuk bersaing dengan lebih kreatif dan menyediakan layanan yang lebih personal.

Selain teknologi, perubahan dalam cara bisnis juga terlihat. Percetakan sekarang menawarkan solusi lengkap untuk desain, bahan, dan merek.

Metode ini mengubah industri percetakan menjadi bagian dari ekosistem industri kreatif daripada hanya menjadi bagian dari industri manufaktur.

Arah industri juga dipengaruhi oleh masalah keberlanjutan. Meningkatnya kesadaran lingkungan di industri percetakan mendorong penggunaan bahan ramah lingkungan dan proses produksi yang lebih efisien.

Proses ini membutuhkan biaya, tetapi akan meningkatkan daya saing dan reputasi perusahaan dalam jangka panjang.

Tantangan tetap ada. Harga bahan baku yang naik, persaingan yang ketat, dan ketersediaan tenaga kerja yang terbatas membuat pekerjaan rumah menjadi masalah besar.

Dukungan kebijakan yang tepat dan peningkatan sumber daya manusia dapat menghentikan pertumbuhan industri.

Dengan demikian, industri percetakan Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan mengambil peran strategis dalam perekonomian nasional pada tahun 2025.

Ini seharusnya dilihat sebagai sektor yang terus berubah dengan inovasi, kerja sama, dan keberanian untuk berubah.

Oleh Gemilang Zulfan Irsyadul Malik
Teknik Industri, Universitas Pamulang