Peran Keluarga dalam Mencegah Prilaku Kriminal pada Anak dan Remaja

oleh
oleh

Oleh: Yulyanah Citra

DEPOKPOS – Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal oleh anak sejak kecil. Di dalam keluarga, anak belajar tentang nilai, aturan, dan cara berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam bentuk keperibadian anak dan remaja agar tumbuh menjadi pribadi yang baik. Saat ini, berbagai bentuk prilaku kriminal yang melibatkan anak dan remaja, seperti tauran, pencurian, perundungan, penyalahgunaan narkoba, hingga kenakalan lainnya semakin sering terjadi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perhatian dan pengawasan dari keluarga sangat dibutuhkan agar anak tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif disekitarnya.

Salah satu cara keluarga mencegah perilaku kriminal adalah dengan menggunakan komunikasi yang baik dengan anak. Anak yang terbiasa bercerita kepada orang tua akan merasa lebih nyaman untuk menyampaikan masalah yang sedang dihadapinya. Dengan begitu, orang tua dapat memberikan nasihat, arahan, dan solusi sebelum masalah tersebut berkembang menjadi tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Hubungan yang hangat antara orang tua dan anak juga membuat anak merasa diperhatikan dan disayangi.

Selain komunikasi, pengawasan dari orang tua juga sangat penting. Orang tua perlu mengetahui dengan siapa anak bergaul, kegiatan apa saja yang dilakukan di luar rumah, serta bagaimana perkembangan anak disekolah. Pengawasan yang dilakukan bukan berarti membatasi kebebasan anak secara berlebihan, tetapi lebih kepada memberikan perhatian agar anak tetap berada dalam lingkungan yang positif. Dengan adanya pengawasan yang baik dari orang tua, anak juga akan lebih berhati-hati dalam memilih teman dan menghindari pergaulan yang dapat membawa pengaruh buruk dalam dirinya.

Keluarga juga memilik perna sebagai contoh bagi anak. Sikap dan perilaku orang tua sering kali ditiru oleh anak dalam kehidupan sehari-hari. Jika orang tua menunjukan sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan menghormati orang lain, maka anak juga akan belajar melakukan hal yang sama. Sebaliknya, apabila anak sering melihat pertengkaran, kekerasan, atau perilaku yang tidak baik di dalam keluarga, mereka dapat menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa sehingga beresiko meniru perilaku tersebut.

Dalam kajian kriminologi, salah satu teori yang menjelaskan terbentuknya perilaku menyimpang adalah Teori Asosiasi Diferensial dari Edwin H. Sutherland. Teori ini menjelaskan bahwa seseorang dapat mempelajarai perilaku menyimpang melalui interaksi dengan lingkungan yang melakukan tindakan kriminal memiliki kemungkinan lebih besar untuk meniru perilaku tersebut. Oleh karena itu, keluarga perlu menjadi benteng utama yang memberikan nilai-nilai positif agar anak tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang buruk.

Dampak dari perilaku kriminal pada anak dan remaja sangat besar. Selain dapat merugikan orang lain, tindakan tersebut juga dapat menghancurkan masa depan pelakunya. Anak yang terlibat dalam tindak kriminal dapat kehilangan kesempatan belajar, mengalami masalah hukum, serta mendapatkan stigma negatif dari masyarakat. Tidak hanya itu, keluarga juga akan merasakan dampaknya, baik secara pisikologis maupun mental dan sosial.

Upaya pencegahan perilaku kriminal pada anak dan remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga memerlukan kerja sama dari sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Namun, keluarga tetap menjadi pihak yang paling dekat dengan anak sehingga memiliki peran yang paling besar dalam memberikan pendidikan karakter dan pengawasan sejak dini. Dengan adanya perhatian, kasih sayang, komunikasi yang baik, serta penanaman nilai moral yang kuat, anak dan remaja dapat tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab dan terhindar dari perilaku kriminal.

Berdasarkan urainan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keluarga mempunyai peran yang sangat penting dalam mencegah perilaku kriminal pada anak dan remaja. Keluarga yang harmonis, penuh perhatian, serta mampu memberikan pendidikan dan pengawasan yang baik akan membantu anak berkembang menjadi pribadi yang positif. Oleh karena itu, peran keluarga perlu terus diperkuat agar anak dan remaja dapat tumbuh dengan baik serta terhindari dari berbagai bentuk perilaku yang melanggar hukum.