Menanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini Melalui Edukasi Pengelolaan Uang Saku di Sekolah Dasar

oleh
oleh

Oleh: Muhamad Noval Alfarizi dan Tim PKM Universitas Pamulang

Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki setiap individu. Namun, pendidikan keuangan tidak harus menunggu seseorang beranjak dewasa. Justru, pengenalan literasi keuangan sejak usia dini menjadi langkah awal yang efektif dalam membentuk kebiasaan finansial yang baik di masa depan.

Berdasarkan pemikiran tersebut, tim mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SD Negeri Pamulang Timur 01, Kota Tangerang Selatan. Kegiatan yang dilaksanakan pada 13 Mei 2026 ini mengangkat tema “Kebutuhan vs Keinginan: Cara Mengelola Keuangan dengan Bijak Sejak Dini”.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang sering dijumpai di kalangan anak-anak sekolah dasar. Sebagian besar siswa telah menerima uang saku setiap hari, namun belum memahami cara menggunakannya secara bijak. Tidak sedikit anak yang cenderung menghabiskan seluruh uang sakunya untuk membeli jajanan atau barang yang diinginkan tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang lebih penting.

Melalui kegiatan ini, tim PKM berupaya memberikan pemahaman sederhana mengenai pentingnya mengelola uang sejak usia dini. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta didukung media presentasi yang menarik agar siswa lebih antusias mengikuti kegiatan.

Suasana kegiatan berlangsung dengan sangat interaktif. Pada sesi awal, siswa diajak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan melalui berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari kegiatan tersebut, siswa mulai memahami bahwa kebutuhan harus diprioritaskan dibandingkan keinginan.

Bagian yang paling menarik bagi siswa adalah praktik membuat tabel keuangan sederhana. Dalam kegiatan ini, siswa diajarkan cara mencatat pemasukan dan pengeluaran uang saku mereka. Melalui latihan tersebut, mereka dapat mengetahui jumlah uang yang digunakan, uang yang tersisa, serta uang yang dapat disisihkan untuk ditabung.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu membedakan kebutuhan dan keinginan setelah mengikuti edukasi. Mereka juga mulai memahami pentingnya menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung serta belajar menggunakan uang secara lebih bertanggung jawab.

Bagi tim mahasiswa, kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, diharapkan kesadaran mengenai pentingnya literasi keuangan sejak dini semakin meningkat. Dengan pemahaman yang baik tentang kebutuhan, keinginan, dan kebiasaan menabung, generasi muda Indonesia diharapkan mampu tumbuh menjadi individu yang lebih bijak, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan mereka di masa depan.