Mahasiswa UHAMKA serukan gerakan donasi untuk pedagang lansia di Tangerang Selatan – penghasilan tak menentu, hingga kerap tak makan jika dagangan tak laku.
JAKARTA SELATAN — Di sebuah kontrakan sempit di sudut kota jakarta selatan, seorang kakek berusia 82 tahun masih teguh menjalani hidup seorang diri. Tubuhnya yang renta dan tenaga yang kian menipis tak menyurutkan semangatnya untuk terus berjuang. Dialah Bapak Ahmad — seorang pedagang bubur sumsum yang setiap hari memulai aktivitasnya sejak pukul 08.00 pagi hingga waktu Ashar tiba.
Empat tahun sudah Bapak Ahmad ditinggal sang istri tercinta berpulang. Sementara anak tunggalnya merantau dan tak pernah kembali menjenguk. Hingga kini, Bapak Ahmad tak pernah lagi bertemu dengan darah dagingnya sendiri. Ia hidup sebatang kara, menggantungkan nasib pada usaha kecilnya yang tak seberapa.
Setiap hari, Bapak Ahmad berjualan bubur sumsum dengan peralatan seadanya. Jika dagangannya laku habis, ia bisa membawa pulang sekitar Rp50.000. Namun jika tidak habis, beliau harus merelakan perutnya keroncongan tanpa makanan. Penghasilan itu pun harus ia bagi untuk kebutuhan makan sehari-hari dan membayar kontrakan yang ia tempati.
“Saya sudah tua, tidak punya siapa-siapa lagi. Yang saya punya hanya dagangan ini dan harapan agar ada yang membeli. Kalau tidak laku, ya saya tidak makan.”
— Bapak Ahmad, Pedagang Bubur Sumsum
Gerakan Donasi untuk Kehidupan yang Lebih Layak
Melihat kondisi memprihatinkan tersebut, sekelompok mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) menginisiasi gerakan donasi untuk membantu Bapak Ahmad. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kaum dhuafa yang menjadi perhatian utama dalam ajaran Islam.
Penggalangan dana dilakukan melalui platform digital dengan menyebarkan poster dan informasi di berbagai media sosial. Dalam waktu singkat, gerakan ini mulai menyentuh hati banyak kalangan – dari mahasiswa, dosen, hingga masyarakat umum yang tergerak untuk berbagi.
“Kami ingin membantu Bapak Ahmad agar bisa menjalani hidup yang lebih layak di masa tuanya. Beliau telah berjuang sendirian terlalu lama. Sudah saatnya kami hadir untuk meringankan beban beliau.”
— Erfinda Haryuning Prastiti, Ketua kelompok 4 Uhamka
Dalil Al-Qur’an
Surat Al-Isra Ayat 26-27
Artinya:
“Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”
— Seruni Ayu Riswandira, anggota kelompok 4 Uhamka
Setetes Kebaikan, Lautan Berkah
Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu Bapak Ahmad memenuhi kebutuhan pokoknya, meringankan beban biaya kontrakan, serta memperbaiki kondisi usaha kecilnya agar penghasilannya lebih stabil.
Kepedulian kita terhadap sesama — terutama kepada mereka yang lemah dan terlantar — adalah cerminan keimanan yang sejati. Seperti pesan Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa yang tidak peduli terhadap urusan kaum muslimin, maka ia bukanlah bagian dari mereka.”
— Putri Maha dewi , anggota kelompok 4 Uhamka
Nilai Islam Berkemajuan
Kami mahasiswa UHAMKA terinspirasi oleh semangat Islam Berkemajuan. Meskipun inisiatif ini tumbuh dari kepedulian mahasiswa, maknanya jauh melampaui sekadar kegiatan sosial biasa.
Bentuk program ini sebagai penerjemahan nyata dari spirit Surah Al-Ma’un – ajaran Islam yang menjadi fondasi gerakan sosial Muhammadiyah sejak didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan: bahwa kepedulian terhadap kaum lemah bukan sekadar ibadah individual, melainkan amal usaha kolektif yang harus terus digerakkan.
“Semoga bantuan kecil ini membawa berkah besar bagi Bapak Ahmad. Dan untuk beliau yang telah berjuang sebatang kara di usianya yang senja, semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam setiap langkahnya.”
— Alyfah Tsabitah Dwinanto, anggota kelompok 4 Uhamka
Di gerobaknya yang kini lebih terawat, Bapak Ahmad masih terus berjualan setiap hari. Dagangannya lebih laku. Perutnya lebih terisi. Dan semangatnya, meski usianya senja — tetap teguh berdiri.
Tugas: Kemuhammadiyahan · UHAMKA · Pemberdayaan Ekonomi · Kaum Dhuafa · Jakarta Selatan
