Penulis: M. Rio Alfiandi, Mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial, Universitas Binawan
Dosen Pengampu MK Bahasa Indonesia: Apriani Riyanti, S.Pd., M.Pd.
DEPOKPOS – Di era sekarang perusahaan tidak hanya berfokus pada keuntungan. Masyarakat juga menilai apakah perusahaan menjalankan tanggung jawab sosial dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar atau tidak. Bayangkan ada dua perusahaan yang menjual produk dengan kualitas yang sama. Salah satunya aktif membantu masyarakat, memberdayakan warga sekitar, dan menjaga lingkungan. Sedangkan, yang satu lagi hanya mengejar keuntungan tanpa peduli dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Sebagian besar orang pasti akan lebih percaya sama perusahaan yang mempunyai kepedulian sosial.
Oleh karena itu, Corporate Social Responsibility (CSR) adalah salah satu bagian penting dalam strategi perusahaan untuk membangun kepercayaan publik dan menjaga keberlanjutan bisnis. Menjalankan program CSR tidak cukup hanya dengan bagi bagi bantuan. Dibutuhkan orang yang mampu memahami kebutuhan masyarakat, menyusun program yang tepat, membangun komunikasi dengan berbagai pihak, hingga mengevaluasi dampak program yang telah dilakukan.
Kemampuan semua itu dimiliki oleh lulusan Kesejahteraan Sosial. Selama perkuliahan, mahasiswa diberikan knowledge tentang pemberdayaan masyarakat, experience melalui kegiatan lapangan dan organisasi, serta value berupa empati, kepedulian sosial, dan kemampuan bekerja sama. Bekal inilah yang membuat lulusan Kesejahteraan Sosial relevan untuk berkarir di bidang CSR.
Di dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yaitu Pasal 74, mewajibkan perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam untuk melaksanakan TJSL (tanggung jawab sosial dan lingkungan). Akan tetapi, perkembangan dunia usaha jaman sekarang menunjukkan bahwa CSR tidak hanya diterapkan oleh perusahaan yang bergerak di sektor sumber daya alam. Tetapi, banyak perusahaan di bidang perbankan, manufaktur, teknologi, kesehatan, hingga ritel juga menerapkan CSR sebagai bagian dari strategi bisnis mereka.
Semakin banyak perusahaan yang membuka divisi CSR, Sustainability, dan Community Development. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga profesional yang pahami persoalan sosial akan terus meningkat.
Di jaman tren bisnis yang semakin mengedepankan keberlanjutan, lulusan Kesejahteraan Sosial punya peluang besar untuk berkontribusi. Peran mereka tidak hanya membantu perusahaan menjalankan program sosial, tetapi juga memastikan program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Inilah yang membuat lulusan Kesejahteraan Sosial semakin dibutuhkan di bidang CSR, baik saat ini maupun di masa depan.
