Meriahkan Hari Disabilitas Internasional, SLB YPAC Surakarta Gelar Pawai Budaya dan Pentas Kreativitas Siswa

oleh
oleh

DEPOKPOS – Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, SLB YPAC Surakarta menggelar serangkaian kegiatan yang melibatkan siswa, guru, serta tenaga kependidikan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kebersamaan, serta menunjukkan potensi dan kreativitas siswa berkebutuhan khusus kepada masyarakat luas.

Acara diawali dengan pawai yang dimulai dari lingkungan SLB YPAC Surakarta menuju Gedung Loji Gandrung. Meskipun hujan sempat turun, para siswa bersama segenap pengajar tetap melanjutkan pawai dengan penuh antusias.

Sepanjang perjalanan, pawai dimeriahkan dengan penampilan drumband serta para siswa yang mengenakan pakaian adat daerah, mencerminkan keragaman budaya Indonesia sekaligus semangat inklusivitas.

Setibanya di Gedung Loji Gandrung, para siswa dan guru melakukan sesi swafoto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenangan atas partisipasi mereka dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional. Setelah itu, rombongan kembali ke gedung SLB YPAC Surakarta untuk melanjutkan rangkaian kegiatan berikutnya.

Di lingkungan sekolah, acara berlanjut dengan berbagai penampilan dan aktivitas yang tak kalah menarik. Beberapa di antaranya adalah kegiatan wheelchair activity, penampilan tari dari para siswa, serta berbagai kegiatan kreatif lainnya yang menampilkan bakat dan kemampuan siswa sesuai dengan potensi masing-masing. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Suasana acara berlangsung meriah dan penuh keceriaan. Anak-anak tampak menikmati setiap kegiatan yang disajikan. Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga memberikan beberapa hadiah kepada para siswa, sehingga semakin menambah kebahagiaan dan semangat mereka dalam mengikuti acara.

Melalui kegiatan ini, SLB YPAC Surakarta berharap peringatan Hari Disabilitas Internasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi, edukasi, serta penguatan nilai-nilai inklusivitas bagi siswa, pendidik, dan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap anak, dengan segala keunikan dan keterbatasannya, memiliki hak yang sama untuk berkarya, berekspresi, dan diapresiasi.

Aliya Labiba