Oleh M Fauzan Adim. Mahasiswa Teknik industri Universitas pamulang
DEPOKPOS – Seiring dengan kemajuan globalisasi dan digitalisasi, industri fashion mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Kedua fenomena ini telah mengubah cara industri ini bekerja, mulai dari proses produksi dan pemasaran hingga bagaimana pelanggan membeli dan menggunakan produk fashion. Fashion sekarang menjadi bagian dari gaya hidup global dan tidak lagi terbatas oleh wilayah geografis.
Industri fashion memiliki peluang besar karena globalisasi. Sekarang merek pakaian dapat dengan mudah menjual barang mereka ke berbagai negara melalui kerja sama perdagangan dan distribusi internasional. Tren fashion di satu negara dapat dengan cepat menyebar ke tren fashion di negara lain, yang menghasilkan gaya berpakaian yang lebih beragam dan saling memengaruhi. Hal ini mendorong desainer untuk terus mengembangkan untuk bersaing di pasar internasional.
Digitalisasi dan globalisasi mengubah industri fashion. Kehadiran internet dan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan platform e-commerce telah menjadi alat penting untuk mempromosikan dan menjual barang fashion. Sekarang merek dan desainer dapat menjual barang mereka kepada pelanggan langsung tanpa harus memiliki toko fisik. Influencer dan pembuat konten juga memengaruhi tren dan selera fashion masyarakat, terutama di kalangan remaja.
Proses produksi pakaian juga dipengaruhi oleh digitalisasi. Teknologi seperti sistem produksi otomatis, desain berbasis komputer, dan kecerdasan buatan meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, dan konsep fashion virtual dan augmented reality (AR) memungkinkan pelanggan mencoba pakaian secara digital sebelum membeli, yang membuat pengalaman berbelanja menjadi lebih menarik dan praktis.
Namun, ketika industri fashion berkembang di era globalisasi dan digitalisasi, banyak masalah muncul.Karena persaingan yang semakin ketat, banyak merek menggunakan sistem fast fashion, yang menyebabkan limbah tekstil dan kerusakan lingkungan meningkat.Produksi massal juga sering melibatkan tenaga kerja dengan upah rendah, yang menimbulkan masalah hak pekerja dan keberlanjutan.
Kesadaran akan pentingnya fashion berkelanjutan muncul sebagai tanggapan terhadap masalah tersebut. Banyak bisnis telah beralih ke bahan-bahan yang ramah lingkungan, proses produksi yang etis, dan kampanye konsumsi bijak. Dengan memberikan informasi yang lebih transparan tentang sumber daya dan proses pembuatan produk, digitalisasi juga membantu gerakan ini.
Kesadaran akan pentingnya fashion berkelanjutan muncul sebagai tanggapan terhadap masalah tersebut. Banyak bisnis telah beralih ke bahan-bahan yang ramah lingkungan, proses produksi yang etis, dan kampanye konsumsi bijak. Dengan memberikan informasi yang lebih transparan tentang sumber daya dan proses pembuatan produk, digitalisasi juga membantu gerakan ini.
Jadi, industri fashion telah berubah secara signifikan karena digitalisasi dan globalisasi. Di satu sisi, keduanya membuka banyak peluang untuk inovasi dan pertumbuhan, tetapi di sisi lain, ada tanggung jawab besar bagi pelaku industri dan konsumen untuk membuat industri fashion yang berkelanjutan, beretika, dan mengikuti tren. Di masa depan, industri fashion dapat terus berkembang secara positif dengan pemanfaatan teknologi yang tepat dan kesadaran bersama.
