Kritik Terhadap Beban Sosial Perempuan dalam Drama Sang Pemikul Tandu

oleh
oleh

Oleh Muhammad Rizki. Prodi Sastra Indonesia Universitas Pamulang

Drama sang pemikul tandu tidak hanya menceritakan kehidupan tokoh kakek, yang pernah menjadi pemikul tandu sang jenderal sudirman. Tetapi juga, menampilkan kritik terhadap tokoh ibu santi yang menjadi beban sosial, ditanggung oleh ibu santi dalam keluarga.

Dalam drama sang pemikul tandu bahwa kritik tokoh santi menjalankan semua peran dan ditinggalkan oleh suaminya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa seringkali perempuan itu menjadi tanggung jawab semua ketika keluarga dilanda kemiskinan ekonomi dan sosial.

Tidak lupa juga, wellek dan warren, berkata karya sastra itu bahwa cerminan kehidupan masyarakat. Dalam drama ini, menggambarkan bagaimana perempuan yang menjadi beban keluarga tanpa dukungan yang tidak setara yang masih banyak ditemukan di kehidupan nyata.

Dan juga, tokoh ibu santi, tidak bertanggung jawab terhadap kebutuhan dirinya, tetapi harus merawat ayahnya yang sedang sakit dan membiayai pendidikan anaknya.

Ketika astuti, anak dari ibu santi bilang ingin berhenti sekolah karena tidak mampu bayar pendidikan. Dapat dilihat, bahwa ibu santi tidak mau anaknya putus sekolah, maka ibu santi berusaha mempertahankan pendidikan anaknya walau kondisi ekonomi semakin sulit.

Hal ini, menyatakan bahwa perempuan menjadi tanggung jawab yang seharusnya ditanggung bersama. Dalam peristiwa ini, kondisi sosial yang membuat perempuan harus berjuang sendirian demi masa depan. Ibu santi memiliki tekanan ekonomi, karena punya utang kepada ibu mila.

Ancaman kehilangan tempat tinggal bahwa lemahnya posisi keluarga miskin dalam masyarakat. Tetapi, disini bukan hanya fokus soal kemiskinan, melainkan yang paling merasakan dampaknya dalam kondisi itu adalah perempuan. Karena suami tidak ada, jadi semua beban ekonomi berpindah kepada ibu santi.

Jadi, dapat disimpulkan, dari tokoh ibu santi di dalam drama sang pemikul tandu menyampaikan kritik terhadap ketimpangan tanggung jawab dan beratnya beban sosial yang harus ditanggung oleh perempuan.

Perempuan tidak hanya menghadapi sulitnya ekonomi, tetapi juga menjaga keluarga dari kondisi tersebut. Oleh karena itu, drama ini menjadi refleksi sosial yang mengajak pembaca untuk lebih memahami dan menghargai perjuangan perempuan dalam kehidupan keluarga.