DEPOKPOS – Sebelum membahas lingkungan secara lebih mendalam, penting untuk memahami terlebih dahulu pengertian teknik lingkungan.
Teknik lingkungan merupakan suatu bidang ilmu atau program studi yang mempelajari rekayasa teknik yang bertujuan untuk melindungi, memperbaiki, dan memulihkan kualitas lingkungan agar tetap layak dan aman untuk dimanfaatkan oleh manusia.
Teknik lingkungan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam upaya pencegahan dan pengurangan risiko penyakit yang timbul akibat pencemaran lingkungan.
Sebagai contoh, pencemaran air dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya, seperti kolera, yang menyebabkan diare akut. Selain pencemaran air, pencemaran tanah juga dapat berdampak negatif terhadap kesehatan manusia, di antaranya memicu penyakit serius seperti leukemia dan kanker darah.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pencemaran air dan tanah dapat menimbulkan ancaman nyata bagi kesehatan manusia.
Berdasarkan berbagai dampak negatif akibat pencemaran lingkungan tersebut, diperlukan langkah-langkah pencegahan agar masyarakat terhindar dari penyakit yang membahayakan.
Pencegahan pencemaran air dapat dilakukan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai atau selokan, mengelola limbah rumah tangga dengan benar, mengurangi penggunaan plastik, serta menggunakan deterjen, pupuk kimia, dan pestisida secara bijak.
Upaya pencegahan pencemaran tanah pada dasarnya memiliki prinsip yang serupa, yaitu dengan menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle), mengurangi penggunaan plastik dan bahan kimia berbahaya, mengolah sampah organik menjadi kompos, serta beralih ke sistem pertanian organik yang menggunakan pupuk alami.
Langkah-langkah tersebut merupakan cara sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah pencemaran air dan tanah.
Setelah memahami dampak negatif pencemaran serta upaya pencegahannya, selanjutnya perlu dipelajari cara mengelola lingkungan agar tercipta lingkungan yang sehat dan sejahtera bagi kehidupan manusia.
Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan melalui tindakan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, menghemat penggunaan energi terutama air, serta mengurangi penggunaan produk berbahan plastik.
Chola ananda ristu, mahasiswa akatirta angkatan 2025,
