Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut pengalaman pandemi COVID-19 yang menunjukkan kerentanan negara yang tidak memiliki kemampuan produksi obat, vaksin, dan alat kesehatan secara mandiri
DEPOK – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut menhadiri peresmian Pengembangan Fasilitas Manufaktur dan Riset Bayer Indonesia di Cimanggis Depok, Rabu (14/1). Pada kesempatan tersebut, ia menyebutkan penguatan kapasitas produksi kesehatan nasional sebagai faktor strategis untuk melindungi Indonesia dari risiko krisis global di masa mendatang.
Menurutnya, peresmian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian sistem kesehatan nasional dan bahkan global.
Dia menyebut, belajar dari pengalaman pandemi COVID-19 yang menunjukkan kerentanan negara yang tidak memiliki kemampuan produksi obat, vaksin, dan alat kesehatan secara mandiri. Pembatasan mobilitas internasional saat krisis membuat negara menjadi bergantung pada impor dari luar.
Hal tersebut membuat Indonesia berada dalam posisi sangat rentan terhadap gangguan pasokan.
“Tanpa kapasitas industri di dalam negeri, populasi besar seperti Indonesia menghadapi risiko serius ketika terjadi wabah berskala global,” ujarnya.
Dia menambahkan, ketahanan kesehatan juga bergantung pada kesiapan industri penunjang yang mampu tetap beroperasi dalam kondisi darurat.
“Karena itulah, investasi di sektor farmasi dan kesehatan dinilai sebagai bagian dari perlindungan nasional, setara dengan pembangunan infrastruktur strategis lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste Ralf Beste menilai investasi Bayer mencerminkan kekuatan basis industri Jerman yang berorientasi jangka panjang. Produksi lokal dan transfer teknologi, menurutnya, menjadi elemen penting dalam membangun ketahanan ekonomi dan kesehatan.
“Kami sangat senang melihat keputusan untuk memproduksi di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai hub. Hal ini membawa manfaat berupa produksi lokal, transfer pengetahuan, serta penguatan kemitraan Jerman–Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, sektor kesehatan dan farmasi akan menjadi salah satu pilar utama peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara ke depan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bayer Consumer Health Cimanggis merupakan salah satu manufaktur Consumer Health Bayer di kawasan Asia-Pasifik, yang memasok produk untuk pasar domestik maupun berbagai negara di Asia, Australia, Afrika, Eropa, dan Amerika. Seluruh operasional dijalankan oleh tenaga profesional Indonesia yang bekerja sesuai standar kualitas dan keselamatan global Bayer.
Selain peningkatan lini manufaktur, pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis juga melakukan penguatan pusat Riset dan Pengembangan (R&D). Fasilitas R&D ini tidak mengembangkan obat atau molekul baru, melainkan berfokus pada peningkatan kualitas produk dan optimalisasi formulasi, termasuk pengembangan formulasi, metode analisis, serta studi stabilitas pada berbagai zona iklim.
Penguatan kapabilitas R&D di pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis melalui investasi sebesar 3,6 juta euro ditujukan untuk memastikan produk tetap aman, efektif, dan stabil di berbagai kondisi iklim, sekaligus terhubung secara penuh dengan jejaring R&D global Bayer. Peran R&D di Indonesia ini dirancang untuk mendukung kebutuhan pasar domestik serta memperkuat rantai pasok global.
Investasi ini merupakan salah satu wujud nyata misi Bayer “Health for All, Hunger for None” serta mendukung strategi Road to Billions, dengan Indonesia berperan strategis sebagai basis manufaktur, R&D, dan pengembangan talenta untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.




