DEPOKPOS – Sumatra 18 Desember 2025 bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di pulau sumatra terus menunjukan dampak serius dengan jumlah korban jiwa terus bertambah dan kondisi masyarakat masih dalam situasi darurat.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di aceh, sumatra utara dan sumatra barat telah mencapai lebih dari 1000 orang hingga rabu malam (17/12) sejumlah 588.226 warga terpaksa menggungsi dari rumah mereka karena rumah dan fasilittas umum terendam air dan lumpur.
Bencana ini bermula dari hujan deras dan angin kencang yang di sebabkan oleh kondisi cuaca ekstrem sejak akhir November lalu, yang memicu sungai sungai meluap dan mengakibakan banjir bandang serta longsor di berbagai daerah. Banyak jalan, jembatan, dan jaringan listrik rusak, sehingga memperlambat upaya efakuasi dan bantuan.
Pemerintah pusat dan daerah terus melakukan upaya penanggulangan darurat, termasuk pengerahan personel medis dan tim SAR serta pembangunan hunian sementara bagi pengungsi. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa pemerintah tetap memantau proses pemulihan secara intensif dan membantu Masyarakat yang terdampak.
Disisi lain, sebagian warga di wilayah terdampak bahkan melakukan aksi protes untuk meminta penetapan banjir ini sebagai bencana nasional agar akses bantuan termasuk dari komonitas internasional dapat di perluas.
Situasi di beberapa daerah masih situasi darurat, dengan status tanggap darurat di perpanjang di sejumlah kabupaten/kota hingga akhir Desember 2025. BNPB juga mencatat ribuan desa masih belum mendapatkan pasokan listrik dan akses komonikasi yang normal akibat kerusakan infrastruktur.
Bencana ini menjadi peringatan betapa pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan membangun infrastuktur yang tahan bencana, mengingat dampaknya luas terhadap kehidupan dan fasilitas masyarakat di Sumatra.
BRELYAN DHESTA FRAMESKA
