Banyak anak SD belum diajarkan perbedaan ‘keinginan’ vs ‘kebutuhan’, Pada fase ini, individu mulai belajar mengambil keputusan secara mandiri, termasuk dalam hal mengelola keuangan pribadi salah satu aspek yang paling dekat dengan kehidupan anak-anak Adalah uang saku, yaitu sejumlah uang yang di berikan oleh orang tua untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Fenomena konsumtif di kalangan anak-anak semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi media social seperti tiktok dan game online, iklan di hp memicu kebiasaan belanja implusif, terutama di era TikTok yang semua serba jaja.
Masalah yang tejadi di lingkungan sekolah Sdn serua 4, menujukan bahwa Sebagian besar siswa/I belum memliki kesadaran untuk mengelola uang saku secara efektif, uang saku sering di habiskan dalam waktu singkat tanpa perencanaan, bahkan untuk kebutuhan prioritas seperti: jajan berlebih, topup game online atau mengikuti gaya teman hidup sebaya. Kondisi ini menujunjukan rendahnya pemahaman mengenai pentingnya rencana keuangan, kontrol diri, serta tanggung jawab financial. Jika hal ini terus berlanjut anak-anak akan sulit mengembangkan pola pikir financial yang matang Ketika memasuki usia remaja.
2 toples warna ( keinginan vs kebutuhan)
Bikin 2 toples warna beda, lalu tempel stiker “Kebutuhan” dan “Keinginan”. Ajak siswa bagi uang jajan: mana yang masuk kebutuhan, mana yang keinginan.
Kasih target wishlist supaya ada motivasi untuk menabung
Ajak anak berdiskusi untuk mecari tau wishlist mereka manfaatkan keinginan anak sebagai target menabung. Misal dia mau beli robot-robotan, dapat menjadi penyemangat menabung.
Orang tua menjadi contoh anak
Orangtua wajib memberikan literasi kepada anak mengenai perbedaan antara apa yang menjadi kebutuhan dan apa yang menajdi keinginan
Tingkat literasi finansial siswa sdn serua 4 masih belum optimal, terutama dalam aspek perencanaan keuangan, dan kebiasaan menabung, Hambatan utama dalam penerapan literasifinansial di kalangan siswa Adalah minimnya role model, dan kurangnya edukasi sistematis tentang pengelolaan keuangan di lingkungan sekolah.
Annisa Nur Kamilah Fitriani, Aulia Fitriani, Azila Umara, dan Dhia Azhar Fadhilla
Tim PKM Pengabdian kepada Masyarakat – Universitas Pamulang
