Oleh Nurhadijah Tri Putri, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
DEPOKPOS – Saat ini, media sosial bukan hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, namun juga menjadi wadah dalam membangun personal branding. Hal ini dapat dilihat ketika orang-orang berlomba-lomba menampilkan foto, video dan konten-konten yang menarik untuk memperoleh perhatian dan pujian dari banyak orang.
Namun, di balik upaya untuk membangun personal branding yang ideal, muncul tuntutan untuk menampilkan citra diri yang ideal, sehingga membatasi kebebasan berekspresi.
Kondisi ini membuat individu untuk membuat second account sebagai media alternatif dalam mengekspresikan diri. Second account digunakan sebagai ruang yang lebih pribadi, dimana pengguna dapat mengekspresikan diri secara lebih bebas tanpa hadirnya tekanan sosial, tuntutan citra, atau penilaian yang biasanya ada pada akun utama.
Fenomena ini menunjukkan adanya kebutuhan psikologis individu untuk diterima dan menjadi diri sendiri, serta mencerminkan adanya perbedaan antara identitas yang ditampilkan kepada publik dan identitas personal dalam lingkungan digital.
Dalam pandangan teori humanistik yang dikemukakan Abraham Maslow, penggunaan second account dapat dipahami sebagai upaya individu dalam memenuhi kebutuhan psikologisnya.
Media sosial menjadi ruang sosial baru tempat individu berusaha mencapai rasa aman, penerimaan diri, harga diri, hingga aktualisasi diri. Second account hadir sebagai ruang yang lebih aman dari penilaian, kritik, dan tekanan sosial yang sering muncul pada akun utama, sehingga individu dapat merasa terlindungi secara emosional.
Melalui interaksi yang lebih terbatas dan bersifat personal, individu merasa lebih diterima dan memiliki kebebasan untuk menjadi diri sendiri. Berkurangnya tuntutan untuk selalu tampil sempurna juga membantu individu membangun harga diri tanpa harus bergantung pada pengakuan publik.
Pada akhirnya, second account menjadi ruang ekspresi yang memungkinkan individu menyampaikan pikiran, emosi, dan jati diri secara lebih jujur, sebagai bagian dari proses menuju aktualisasi diri.
