Amerika Serikat – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan keinginannya menjajah dan menjadikan Venezuela menjadi negara bagian ke-51 AS.
Dalam percakapan telepon dengan Fox News pada Senin (11/5), Trump blak-blakan mengaku bahwa minyak Venezuela yang bernilai US$40 triliun (sekitar Rp699.690 triliun) begitu menggiurkan.
Trump juga mengklaim bahwa rakyat Venezuela menyukai dirinya.
“Venezuela menyukai Trump,” kata Trump kepada Fox News.
Ia lantas mengindikasikan minat untuk “serius” menjadikan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 AS.
Ini merupakan pernyataan terbaru Trump ingin menjajah sebuah negara.
Sejak kembali menjabat di Gedung Putih, Trump berulang kali menyatakan ingin menjajah sejumlah negara dan wilayah, termasuk Kanada, Greenland, Panama, dan Kuba.
Venezuela menjadi yang terbaru dibidik Trump setelah ia meluncurkan operasi militer ke negara tersebut untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro. Maduro ditangkap atas tuduhan narko-terorisme.
Minat Trump terhadap minyak Venezuela mulai santer terdengar setelah penangkapan Maduro. Pasalnya, Trump langsung mengambil minyak Venezuela dan menjual sejumlah pasokannya.
Trump juga sempat mengklaim bahwa mengamankan pasokan minyak Venezuela dapat membantu menstabilkan perekonomian negara tersebut.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez telah menanggapi pernyataan Trump ini. Ia menolak mentah-mentah keinginan Trump untuk menjadikan negaranya sebagai negara bagian AS.
“Kami akan terus membela integritas, kedaulatan, kemerdekaan, dan sejarah kami,” kata Rodriguez kepada wartawan, Senin, seperti dikutip Associated Press.



