JAKARTA – Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyebut dukungan untukwarga Gaza demgan menyalurkan bantuan kemanusiaan tidak akan pernah berhenti setelah sembilan relawan delegasi Global Sumud Flotilla (GSF) yang sebelumnya sempat diculik otoritas Israel di perairan internasional telah dibebaskan.
Hal tersebut ditegaskan Pembina GPCI, Ustad Bachtiar Nasir (UBN) dalam agenda bertajuk “Malam Solidaritas dan Doa untuk Gaza” yang dihelat di Jakarta, Jumat (22/5).
UBN menegaskan, kepulangan sembilan relawan tersebut bukan berarti perjuangan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza selesai.
“Walau mereka belum bisa menembus sampai ke Gaza dan membawa bantuan sudah di-intercept, kita tidak akan berhenti,” tegas UBN di sela kegiatan.
Lebih lanjut, UBN mengatakan pentingnya untuk terus memompa semangat solidaritas untuk warga Palestina yang hingga detik ini masih terus meregang nyawa walau dalam kondisi gencatan senjata.
“Kepulangan sembilan relawan ini harus dilanjutkan lagi dengan perjuangan-perjuangan berikutnya karena kita masih belum berhasil. Untuk solidaritas dan doa untuk Gaza tidak boleh berhenti,” tuturnya.
UBN juga menekankan pentingnya mendorong peran Indonesia yang lebih besar dalam misi kemanusiaan untuk Gaza.
“Ke depan kita ingin peran Indonesia harus lebih besar lagi. Dan yang akan berangkat harusnya lebih besar-besar lagi. Saya berharap tidak cuma satu jalur laut. Saya berharap ada banyak jalur laut, banyak jalur darat, dan banyak jalur udara,” tuturnya.
Diketahui, sembilan WNI aktivis Global Sumud Flotilla yang sebelumnya ditahan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turki, dan dijadwalkan pulang ke Indonesia.



