UBN: Semangat Membela Gaza Tak Boleh Meredup

oleh
oleh

JAKARTA – Dukungan terhadap penderitaan  Gaza tidak boleh meredup di tengah derasnya isu geopolitik global yang kini bergeser ke konflik Iran dan Amerika serta Israel.

Hal tersebut dengan sampaikan Ustad Bachtiar Nasir (UBN) dalam agenda bertajuk “Malam Solidaritas dan Doa Kemanusiaan untuk Gaza”  yang dihelat di Gedung Graha Granadi, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

“Semangat membela Gaza jangan sampai terlupakan. Sekarang perhatian dunia bergeser ke isu lain seperti Hormuz atau geopolitik global lainnya, padahal akar persoalannya belum selesai sejak 7 Oktober,” tegas UBN.

UBN menekankan bahwa hingga kini korban jiwa masih terus berjatuhan setiap harinya di wilayah Gaza meski dalam status gencatan senjata.

“Katanya gencatan senjata, tetapi pembantaian masih terus berjalan. Puluhan ribu orang kehilangan nyawa bahkan di masa gencatan ini,” ungkapnya.

Terkait kondisi sembilan relawan Indonesia yang dibebaskan, UBN menyampaikan kabar baik. Sebagian dari mereka mengalami luka ringan, namun secara umum dalam keadaan sehat dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada Sabtu (23/5/2026).

“Alhamdulillah mereka baik-baik saja. Insya Allah hari Sabtu akan sampai di Indonesia,” ucap UBN.

Menurutnya, pengalaman yang dialami para relawan menjadi gambaran nyata atas perlakuan yang diterima warga Palestina di bawah pendudukan Israel.

“Apa yang dirasakan para relawan hari ini hanya sebagian kecil dari penderitaan yang dialami rakyat Palestina. Mereka sekarang bisa menyampaikan langsung kepada masyarakat Indonesia bagaimana perlakuan Zionis Israel,” ujarnya.

Ke depan, Global Peace Convoy Indonesia berencana memperluas jalur bantuan kemanusiaan ke Gaza. Tidak hanya melalui jalur laut, tetapi juga melalui berbagai jalur internasional lainnya guna memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.