DEPOKPOS – Fisioterapi adalah suatu cara atau bentuk pengobatan untuk mengembalikan fungsi suatu organ tubuh dengan memakai tenaga alam. Dalam fisioterapi tenaga alam yang dipakai antara lain listrik, sinar, air, panas, dingin, massage dan latihan yang mana penggunaannya disesuaikan dengan batas toleransi penderita sehingga didapatkan efek pengobatan.(Krausen, 1985)
Pneumonia, salah satu bentuk tersering dari Infeksi Saluran Napas Bawah Akut (ISNBA), adalah suatu peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, dan alveoli, serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat.(Emi Yuliza et al., 2022)
Menurut dr. Kevin Adrian, 2024 dalam penelitian yang berjudul Pneumonia pada Lansia: Penyebab, Gejala, dan Komplikasi Pneumonia dapat menyerang siapa saja, namun lansia termasuk kelompok yang paling berisiko. Hal ini disebabkan oleh menurunnya sistem kekebalan tubuh seiring bertambahnya usia, sehingga tubuh tidak mampu melawan infeksi secara optimal. Selain itu, lansia umumnya memiliki penyakit lain seperti PPOK, stroke, atau penyakit jantung yang membuat kondisi tubuh semakin lemah. Kebiasaan merokok juga memperbesar risiko karena zat berbahaya dalam rokok dapat merusak sistem pertahanan tubuh. Ditambah lagi, lansia yang menjalani perawatan di rumah sakit dalam waktu lama berisiko terpapar kuman penyebab pneumonia dari lingkungan sekitar.
Menurut dr. Maria Dewi Caetline, 2025 (Dokter Spesialis Paru & Pernapasan RS EMC Cikarang & Cibitung) dalam penelitiannya yang berjudul Kenali Bahaya Pneumonia pada Lansia yang Sering Terabaikan, gejala pneumonia pada lansia sering kali tidak mudah dikenali karena menyerupai penyakit pernapasan lain seperti flu atau bronkitis. Meski demikian, terdapat beberapa tanda umum yang perlu diperhatikan, seperti batuk yang semakin parah disertai dahak kental, bahkan terkadang bercampur darah. Lansia juga dapat mengalami demam serta sesak napas, terutama saat melakukan aktivitas ringan. Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada dapat muncul ketika bernapas dalam atau saat batuk. Selain itu, tubuh bisa terasa menggigil sebagai respons terhadap infeksi, dan sakit kepala sering terjadi akibat kondisi tubuh yang melemah.
Di samping gejala umum tersebut, lansia juga dapat menunjukkan tanda-tanda khusus, antara lain kesulitan mengontrol buang air kecil atau besar. Perubahan mental seperti kebingungan atau delirium juga sering muncul dan bisa menjadi tanda awal infeksi yang serius. Pada beberapa kasus, lansia tidak mengalami demam, melainkan justru mengalami penurunan suhu tubuh sebagai respons terhadap infeksi.
Pencegahan Pneumonia pada Lansia
Untuk mencegah atau mengurangi risiko pneumonia pada lansia, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Vaksinasi Pneumonia. Vaksin membantu melindungi tubuh dari infeksi bakteri atau virus penyebab pneumonia, terutama pada lansia yang sistem imunnya sudah menurun.
Berhenti merokok. Merokok merusak paru-paru dan melemahkan daya tahan tubuh, sehingga lebih mudah terserang infeksi.
Istirahat yang cukup. Tidur yang cukup memungkinkan tubuh untuk cepat pulih dan menjaga kekuatan sistem imun..
Rutin berolahraga. Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki bisa meningkatkan kebugaran dan daya tahan tubuh.
Konsumsi makanan bergizi seimbang. Perhatikan konsumsi gizi seimbang agar sistem kekebalan tubuh lebih kuat dan dapat melawan infeksi pada tubuh.
Cuci tangan secara teratur dengan sabun. Mencuci tangan secara teratur dapat mengurangi penyebaran kuman penyebab penyakit.
Hindari paparan polusi udara dan asap rokok. Udara kotor dan asap bisa mengiritasi paru-paru dan memicu infeksi, terutama pada lansia yang paru-parunya lebih sensitif.
Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan di atas, risiko pneumonia pada lansia dapat ditekan secara signifikan. Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan, apalagi pada usia lanjut yang lebih rentan mengalami komplikasi serius. Oleh karena itu, penting bagi keluarga untuk turut aktif menjaga kesehatan lansia agar tetap terlindungi dari infeksi.
Helmi Fakhrizal.
