DEPOKPOS – Berbicara di depan umum bukan sekadar soal berani berdiri di depan banyak orang. Hal itu dirasakan langsung saat mengikuti Pelatihan Public Speaking di Universitas Pamulang, yang dilaksanakan di Gedung UM-PAN (Viktor) pada Kamis, 23 Oktober 2025.
Pelatihan ini menghadirkan Fanni Erda Tasia, S.Pd., M.Pd., dosen Pendidikan Ekonomi, sebagai pemateri. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan mudah dipahami, beliau menjelaskan bahwa public speaking bukan hanya tentang isi materi, tetapi juga tentang cara menyampaikan pesan agar audiens percaya dan nyaman mendengarkan.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah kebiasaan menggunakan kata-kata yang sebaiknya dihindari saat berbicara di depan umum, seperti “ee…”, “mm…”, atau kata ragu seperti “mungkin”. Kata-kata tersebut sering muncul tanpa sadar, tetapi dapat mengurangi kesan percaya diri dan memengaruhi tingkat kepercayaan audiens terhadap pembicara. Dalam pelatihan ini, kami diajarkan bahwa diam sejenak lebih baik daripada mengisi jeda dengan kata yang tidak perlu.
Pelatihan ini juga terasa berbeda karena suasananya yang inklusif. Semua peserta diberikan kesempatan untuk berbicara di depan, tanpa takut salah. Tujuannya bukan untuk tampil sempurna, melainkan untuk berani mencoba terlebih dahulu. Dari sini, rasa percaya diri perlahan tumbuh karena setiap orang dilatih untuk berani tampil.
Hal lain yang berkesan adalah budaya saling mengapresiasi antar peserta. Setiap orang yang maju mendapatkan dukungan, bukan kritik yang menjatuhkan. Lingkungan yang aman seperti ini membuat proses belajar menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
Selain materi, pelatihan ini juga diselingi dengan games interaktif. Salah satunya adalah permainan menulis tiga kata di selembar kertas, kemudian dikumpulkan dan dibagikan kembali secara acak. Peserta diminta menyusun kata-kata tersebut menjadi sebuah ide dan menyampaikannya di depan. Permainan ini melatih kreativitas, spontanitas, dan keberanian dalam berbicara.
Dari pelatihan ini, saya belajar bahwa public speaking bukan tentang siapa yang paling fasih berbicara, tetapi tentang siapa yang mau berproses dan terus berlatih. Dengan bimbingan yang tepat dan suasana yang mendukung, setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang.
Pelatihan public speaking di Universitas Pamulang ini menjadi pengalaman berharga, khususnya bagi mahasiswa. Karena kemampuan berbicara dengan baik tidak hanya dibutuhkan di forum formal, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

