Hubungan Status Gizi dan Aktifitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi Remaja

oleh
oleh

Oleh Febronia Maria Budi wWrang, mahasiswa S1 GIZI Universitas Binawan

DEPOKPOS – Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering diasosiasikan dengan orang dewasa. Namun, ternyata ada fakta menarik: remaja juga dapat mengalaminya.

Tanpa disadari, pola hidup yang diterapkan sejak dini dapat berkontribusi terhadap hipertensi, terutama jika pola makan tidak seimbang dan aktivitas fisik rendah.

Remaja di zaman yang serba cepat

Remaja saat ini hidup dalam lingkungan yang sangat mudah. Makanan instan bisa ditemukan di mana saja, minuman manis mudah diakses, dan hiburan digital membuat mereka lebih banyak duduk.

Sayangnya, kemudahan ini seringkali berdampak buruk bagi kesehatan. Pola makan yang kaya garam dan lemak, ditambah dengan kebiasaan jarang bergerak, menjadi kombinasi yang berbahaya bagi tekanan darah.

Status gizi

Gambaran pola hidupStatus gizi tidak hanya mencakup kurus atau gemuk, tetapi juga menunjukkan bagaimana tubuh mendapatkan dan menggunakan nutrisi dari makanan sehari-hari.

Remaja dengan status gizi berlebih atau obesitas memiliki kemungkinan lebih besar untuk menderita hipertensi. Penumpukan lemak dapat menyempitkan pembuluh darah dan memaksa jantung untuk bekerja lebih keras dalam memompa darah.

Namun, status gizi yang kurang juga tidak boleh dianggap remeh. Kekurangan nutrisi tertentu dapat mengganggu keseimbangan tubuh dan memengaruhi fungsi organ, termasuk jantung. Ini menunjukkan bahwa baik kelebihan maupun kekurangan gizi dapat berdampak negatif pada kesehatan tekanan darah remaja.

Aktivitas fisik: gerakan kecil, manfaat besar

Tubuh remaja sejatinya dirancang untuk beraktivitas. Aktivitas fisik membantu menjaga berat badan yang sehat, memperkuat jantung, dan meningkatkan sirkulasi darah. Sayangnya, banyak remaja lebih akrab dengan layar ponsel daripada dengan lapangan olahraga.

Kurangnya kegiatan fisik membuat kalori yang dikonsumsi tidak terbakar dengan baik, sehingga menumpuk menjadi lemak. Hal ini dapat menyebabkan tekanan darah meningkat secara bertahap tanpa disadari.

Di sisi lain, remaja yang aktif bergerak baik melalui olahraga, berjalan, bersepeda, atau sekadar bermain di luar cenderung memiliki tekanan darah yang lebih stabil dan tubuh yang lebih sehat.