Kesejahteraan Sosial dari Sudut Pandang Generasi Muda

oleh
oleh

Oleh Her Kyla Ramadhanti Mahasiswa Program studi Kesejahteraan Sosial. Universitas Binawan
Dosen Pengampu MK Bahasa Indonesia: Apriyani Riyanti, S.Pd., M.Pd.

DEPOKPOS – Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup yang semakin cepat, berbagai permasalahan sosial juga ikut berkembang. Kemiskinan, pengangguran, kekerasan, kesenjangan sosial, hingga masalah kesehatan mental menjadi tantangan yang masih sering ditemui di lingkungan sekitar. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesejahteraan sosial masih menjadi isu yang penting untuk diperhatikan, terutama oleh generasi muda sebagai penerus pembangunan bangsa.

Kesejahteraan sosial bukan hanya tentang memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga tentang bagaimana setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk hidup layak, berkembang, dan menjalankan fungsi sosialnya di masyarakat. Oleh karena itu, penyelesaian masalah sosial tidak cukup dilakukan melalui bantuan sesaat, melainkan perlu adanya pemberdayaan agar masyarakat mampu mandiri dan meningkatkan kualitas hidupnya.(M. J. Maspaitella & Nancy Rahakbauwi, 2014)

Hal ini juga dijelaskan dalam penelitian mengenai pemberdayaan masyarakat yang menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Generasi muda memiliki peran yang sangat besar dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Di era digital seperti sekarang, anak muda tidak hanya bisa berkontribusi melalui kegiatan sosial secara langsung, tetapi juga dapat memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan edukasi, menggalang donasi, menjadi relawan, hingga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap berbagai persoalan sosial.(Siti Hajar1 Kholilul Kholik2, 2020)

Langkah sederhana tersebut dapat memberikan dampak positif apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak.Bagi mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial, kepedulian terhadap masyarakat bukan hanya menjadi bentuk empati, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran. Mahasiswa dibekali dengan pengetahuan mengenai perilaku manusia, kebijakan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga praktik pekerjaan sosial. Bekal tersebut membantu mahasiswa memahami bahwa setiap permasalahan sosial memiliki penyebab yang berbeda sehingga memerlukan solusi yang tepat sesuai dengan kondisi masyarakat.

Pada akhirnya, kesejahteraan sosial merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, pekerja sosial, akademisi, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera. Sebagai generasi muda, sudah saatnya kita tidak hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan sosial, tetapi ikut mengambil bagian melalui tindakan nyata, sekecil apa pun. Dengan kepedulian, pengetahuan, dan semangat untuk berkontribusi, generasi muda dapat menjadi penggerak perubahan menuju masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan sejahtera.(Mohamad Teja, 2015)