Ketika Ledakan AI Membuat Smartphone Ikut Mahal

oleh
oleh

DEPOKPOS – Kenaikan harga Random Access Memory (RAM) dalam beberapa tahun terakhir menjadi pertanda adanya perubahan besar di industri teknologi global.

Lonjakan permintaan dari perusahaan pengembang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pusat data berskala besar telah menyedot pasokan RAM dunia secara signifikan.

Akibatnya, produsen memori kini lebih memprioritaskan chip untuk kebutuhan AI yang menawarkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan RAM untuk perangkat konsumen.

Pergeseran fokus ini berdampak langsung pada industri smartphone. RAM merupakan komponen utama yang menentukan performa ponsel, mulai dari multitasking hingga kelancaran sistem.

Ketika pasokan RAM untuk konsumen menyusut dan harganya meningkat, biaya produksi smartphone pun ikut terdorong naik.

Produsen ponsel berada dalam dilema: menaikkan harga jual, menekan spesifikasi, atau mengorbankan margin keuntungan.

Fenomena ini sejalan dengan hukum kelangkaan ekonomi. Permintaan terhadap RAM melonjak tajam, sementara kapasitas produksi tidak mampu mengimbangi dalam waktu singkat.

Ketidakseimbangan ini mendorong pemasok menaikkan harga, dengan perusahaan AI bermodal besar menjadi pihak yang paling diuntungkan dalam persaingan mendapatkan pasokan.

Dampaknya, konsumen smartphone ikut menanggung beban dari ledakan industri AI. Harga ponsel berpotensi semakin mahal, sementara peningkatan kapasitas RAM tidak lagi secepat sebelumnya.

Jika tren ini berlanjut, pasar smartphone terutama di segmen menengah dan bawah akan semakin tertekan. Ledakan AI memang membawa kemajuan, namun juga menimbulkan efek domino yang membuat teknologi konsumen kian sulit dijangkau.

Reyhan Rizki Akbar
Mahasiswa Teknik Industri
Universitas Pamulang