Oleh Anisa Delvita . Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
DEPOKPOS – Ada satu pepatah mengatakan bahwa “Rumah tanpa pondasi akan hancur” begitupun pernikahan tanpa komunikasi yang hangat (menjadi pondasi), maka pernikahan akan retak dan kehilangan keharmonisannya.
Salah satu kunci dari pernikahan yang harmonis adalah komunikasi yang baik dan kepercayaan terhadap pasangan. Lantas bagaimana komunikasi yang baik sehingga tercipta hubungan yang diharapkan?
Pada dasarnya komunikasi adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia, dengan tujuan untuk membangung hubungan yang baik antarsesama. Menurut Gunarsa, intensitas komunikasi dapat diukur dari apa-apa dan siapa yang saling dibicarakan, pikiran, perasaan, objek tertentu, orang lain atau dirinya sendiri. Ditambahkannya lagi, bahwa intensitas komunikasi yang mendalam ditandai oleh kejujuran, keterbukaan, dan saling percaya, sehingga menimbulkan respon dalam bentuk perilaku atau tindakan.
Pada umumnya jenis komunikasi ada 3, salah satunya komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal adalah jenis komunikasi yang sering digunakan para pasangan untukk berinteraksi, komunikasi ini digunakan pasangan untuk pendekatan secara personal kepada pasangannya sehingga mereka tidak kesulitan dalam menentukan jalan hidup dan mengerti akan arti kehidupan, salah satunya dalam membangun bathera rumah tangga (pernikahan).
Dan dalam sebuah pernikahan komunikasi merupakan salah satu hal yang paling penting yang dibutuhkan dalam sebuah hubungan keluarga. Bukan tanpa alasan, dengan adanya komunikasi kita dapat saling mengenal satu sama lain, membangun kepercayaan satu sama lain dan mempertahankan hubungan pernikahan agar bertahan lama.
Hal tersebut terdapat pada Q.S. Ar-Ruum: 21
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Artinya: ”Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”
Ayat ini bermakna bahwa pernikahan adalah anugerah Allah yang penuh dengan hikmah dan tanda-tanda kebesaran-Nya. Kasih dan sayang yang ditanamkan dalam hati pasangan suami istri adalah cerminan rahmat Allah, dan hubungan yang harmonis adalah manifestasi dari ketentraman yang diinginkan Allah bagi manusia. Dengan merenungkan dan memahami ayat ini, kita diingatkan akan pentingnya membangun hubungan yang didasari cinta, kasih sayang, dan pemikiran mendalam tentang kebesaran Allah.
Pada umumnya pernikahan yang harmonis tidak terjadi secara tiba-tiba/otomatis dan natural. Semua upaya mewujudkan keluarga harmonis dapat dirangkum ke dalam berbagai langkah sebagaimana diidentifikasi oleh Stinnet & DeFrain (dalam Kustini (ed.), 2007:51), yaitu: melestarikan kehidupan beragama dalam keluarga; meluangkan waktu yang cukup bersama keluarga; interaksi sesama anggota keluarga seperti komunikasi yang baik dan sikap demokratis; saling menghargai; persatuan; dan berorientasi pada prioritas keutuhan rumah tangga. Karena itu keharmonisan perkawinan sangat bergantung dengan komunikasi dimana pasangan suami istri mampu berkomunikasi secara efektif.
Keharmonisan dalam berumahtangga sangatlah penting, namun sering kali diabaikan karena kesibukan dan dinamika kehidupaj modern. Keharmonisan tidak hanya diartikan sebagai ketentraman dalam hubungan, tetapi juga sebagai keselarasan nilai-nilai dan tujuan hidup pasangan. Nilai-nilai ini menjadi pondasi dalam mengatasi berbagai tantangan yang akan dihadapi, baik dari dalam pasangan sendiri maupun dari lingkungan.
Keharmonisan yang dibangun atas dasar saling pengertian, komunikasi yang efektif, dan toleransi akan membantu pasangan menghadapi berbagai masalah yang mungkin timbul (Hidayah et al., 2023). Salah satu nilai yang sangat penting dalam perkawinan adalah saling menghargai. Penghargaan terhadap pasangan dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari penghargaan atas pencapaian, dukungan emosional, hingga pengakuan terhadap peran masingmasing dalam rumah tangga. Dengan menghargai satu sama lain, pasangan dapat menciptakan suasana yang positif dan saling mendukung dalam mencapai tujuan hidup bersama. Ini adalah bagian integral dari membangun keharmonisan dalam rumah tangga. Selain itu, komunikasi yang terbuka dan jujur merupakan elemen kunci dalam menciptakan keharmonisan (Rahmayanty et al., 2023).
Komunikasi yang efektif memungkinkan pasangan untuk berbagi perasaan, harapan, dan kekhawatiran mereka, sehingga meminimalkan kesalahpahaman yang dapat memicu konflik.
Dalam setiap hubungan, pasti ada perbedaan pendapat, namun bagaimana pasangan menangani perbedaan tersebut akan menentukan kualitas hubungan mereka. Oleh karena itu, menciptakan ruang untuk dialog yang konstruktif sangatlah penting.
