Oleh: Nabila Zahra Siti Syahrani
Kesehatan mental pada kalangan remaja adalah elemen krusial yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Masa remaja, yang merupakan periode peralihan, sering kali diwarnai dengan tantangan emosional, pencarian identitas, serta perubahan lingkungan yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan mental, seperti stres, kegelisahan, perasaan kesepian, dan kesulitan dalam bersosialisasi. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengeksplorasi peran spiritualitas dalam Islam—terutama melalui doa dan dzikir—sebagai dukungan dalam menjaga dan memulihkan kesehatan mental remaja. Pendekatan yang diterapkan adalah kajian literatur dengan metode deskriptif-kualitatif, melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang relevan dalam konteks psikologi dan Islam. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa penggabungan antara pendekatan psikologis modern dan nilai-nilai spiritual dalam Islam dapat menjadi solusi menyeluruh untuk mengatasi gangguan kesehatan mental di kalangan remaja. Doa dan dzikir tidak hanya berperan sebagai bentuk ibadah, namun juga berfungsi sebagai terapi jiwa yang dapat menyejukkan hati, memperkuat iman, dan membantu remaja menghadapi tantangan hidup dengan lebih seimbang antara aspek fisik, mental, dan spiritual.
Dalam menjalani kehidupan, Allah Swt memberikan setiap hamba-hamba-Nya yang Ia sayangi sebuah cobaan atau ujian yang harus dilewati. Bukan hanya semata-mata Allah ingin mengujinya begitu saja, namun Allah ingin mengetahui seberapa ingat hamba-Nya kepada sang pencipta. Tetapi,tidak sedikit juga seseorang yang diberikan cobaan oleh Allah SWT merasa tidak mampu melewatinya dan membutuhkan suatu pertolongan melalui seorang ahli atau professional dalam bidang pemahaman manusia terkhususnya memahami jiwa seseorang yang juga tidak mengurangi nilai spiritualitas manusia kepada Allah SWT, biasa juga disebut sebagai Psikolog.
Seorang psikolog mempunyai beberapa metode dalam pengobatannya, salah satunya adalah menggunakan ajaran Agama Islam bagi kliennya yang berumat muslim. Seorang psikolog tidak hanya dapat menguatkan dari pembelajaran ilmiahnya, namun psikolog juga dapat membantu kliennya dengan metode Islamiah. Contohnya seperti saat sedang ada klien yang berkonsultasi, psikolog memberikan penjelasan secara professional dan membantu klien tersebut dengan cara-cara ilmiah serta mengingatkan kepada kliennya untuk tidak putus berdoa serta berdzikir kepada Sang Pencipta.
Setiap manusia tidak hanya memiliki aspek fisik yang dapat terlihat dengan “mata telanjang” tetapi juga memiliki spiritualitas dalam dirinya yang melekat secara hakiki. Tanpa spiritualitas, manusia tidak dapat menjalankan kehidupannya secara imbang. Dimensi spiritual manusia dapat menopang fisik atau jasmaniyah secara baik, karena dimensi fisik dapat merasa aman dan tentram ketika spiritualitasnya berjalan dengan seharusnya atau baik. Iman atau keyakinan adalah salah satu contoh spiritualitas manusia tetapi mengenai fisik (biologis) dan psikis (jiwa) (Intan Mayang Sawitri et al., 2022). Ibadah sholat yang dilakukan oleh umat muslim adalah salah satu contoh penerapan dimensi spiritualitas yang mempunyai kekhususan saat menjalaninya. Doa dan dzikir juga termasuk sebuah spiritualitas umat muslim kepada Allah SWT. Namun, seiring berkembangnya zaman, generasi yang sekarang dapat disebut sebagai Generasi-Z atau Gen-Z tidak sedikit menyepelekan hal-hal spiritualitas seperti ini. Menurutnya, hal-hal spiritualitas seperti ini adalah hal-hal yang tidak logis dan merasa tidak ada keterkaitannya.
Doa dapat diartikan sebagai cara untuk meminta dan memohon kepada Allah SWT. Dengan doa, kita memberikan keyakinan penuh pada sang pencipta atas segala hal yang terjadi. Oleh sebab itu, doa mempunyai hubungan yang erat dengan kesehatan mental manusia. Dalam bingkai ajaran Islam yang sesuai, doa adalah cara yang dipilih untuk menumbuhkam kesehatan jiwa. Kondisi mental sama pentingnya untuk kita jaga, sebab kurangnya perhatian yang sungguh-sungguh dalam menjaganya dapat menghalangi kebugaran tubuh secara keseluruhan (Intan Mayang Sawitri et al., 2022).
Salah satu bentuk doa adalah berdzikir. Berdzikir dapat dilakukan dengan mengucapkan istighfar (اَسْتَغْفِرُاللهَ) dan juga kalimat-kalimat tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil, seperti Subhanallah yang artinya Maha Suci Allah, Alhamdulillah yang artinya Segala Puji Bagi Allah, Allahu Akbar yang artinya Allah Maha Besar, dan Laa ilaaha illallah yang artinya Tiada Tuhan Selain Allah.
Pembahasan ini dijadikan sebuah artikel karna bertujuan untuk menjadi pengingat bagi para hamba Allah SWT bahwa dalam pengajaran Agama Islam, setiap permasalahan dapat diselesaikan atau mempunyai jalan keluarnya, bahkan tidak luput dari agama. Sehingga dapat dijadikan sebuah informasi bermanfaat untuk para pembaca.
Artikel ini menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Sumber data diperoleh dari berbagai referensi, seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang membahas tentang motivasi belajar, optimisme, dan iman dalam perspektif Islam maupun psikologi. Data yang diperoleh dianalisis secara konseptual dan konteksual guna menjelaskan keterkaitan antara kesehatan psikologis manusia dengan pengimplementasian spiritualitas umat muslim saat beribadah terkhususnya doa dan dzikir. Metode ini digunakan bertujuan untuk menyampaikan pembahasan agar mudah dipahami oleh pembaca umum, terkhususnya remaja.
Faktor Apa Saja Yang Menyebabkan Seorang Remaja Mengalami Gangguan Dalam Kesehatan Mental?
Usia remaja adalah fase transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, dimana seorang remaja akan mengalami perubahan fisik, perilaku, dan psikologis. Pada fase ini, anak mulai tertarik pada lawan jenis, dan emosi serta pikirannya mulai menjadi tidak stabil atau berubah-ubah. Mereka mulai mencari identitas diri dan berusaha memahami siapa sebenarnya diri mereka. Beragam ekspresi emosi muncul, dan sering kali memicu masalah di keluarga maupun dalam interaksi sosialnya. Ketidakmampuan dalam mengendalikan diri dan pemikiran yang belum matang seringkali menimbulkan konflik dalam pikiran mereka (Ningrum et al., 2022).
Perubahan psikologi yang dialami anak saat memasuki fase dewasa awal dapat berkontribusi pada gangguan kesehatan mental. Banyak tantangan serta pengalaman baru yang harus mereka hadapi untuk pertama kalinya. Adaptasi terhadap lingkungan yang berubah, kesulitan dalam mengelola waktu dan finansial, serta meningkatnya rasa kesepian ketika belajar dan merantau jauh dari tempat tinggalnya dapat menjadi sumber masalah baru yang menimbulkan rasa stress. Rasa stress, cemas, kesepian, dan lain lain berpotensi mengganggu kesehatan mental remaja. Singkatnya, penyebab yang menjadikan seorang remaja mengalami gangguan mental muncul baik dari lingkungan, orang terdekat, bahkan dari dalam dirinya sendiri (Ningrum et al., 2022).
Perilaku remaja yang biasanya muncul ketika mengalami gangguan kesehatan mental antara lain menjadi seseorang yang sulit berkomunikasi dan sosialisasi. Contoh dari perilaku remaja yang sulit berkomunikasi adalah tidak dapat mengungkapkan perasaan yang dirasa oleh dirinya sendiri serta kesulitan bersosialisasi seperti menjadi remaja yang mempunyai rasa malu berlebihan, cenderung kaku atau canggung, dan menjadi remaja yang memiliki sikap introvert ekstrem.
Bagaimana Peran Spiritualitas Manusia Dalam Agama Islam Saat Seorang Remaja Mengalami Gangguan Dalam Kesehatan Mental?
Terapi adalah sebuah upaya untuk mengembalikan kesehatan individu baik jasmani atau rohani yang sedang menderita. Di dalam dunia medis, istilah “terapi memiliki arti yang sama dengan istilah pengobatan dan kata dzikir berasal dari Bahasa Arab yaitu “dzakara-yadzkuru-dzikran” yang artinya menyebut, mengingat, dan mengucapkan. Dzikir berarti mengingat Allah dengan menyebut nama-Nya secara berulang-ulang (Hal et al., 2023). Doa merupakan sarana yang dapat dimanfaatkan oleh seorang hamba untuk menyampaikan permintaan, kehendak, dan cita-cita kepada Allah SWT yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui, dan Maha Kuasa (Intan Mayang Sawitri et al., 2022).
Spiritualitas manusia yang disebut sebagai doa dan dzikir dapat dijadikan sebuah terapi psikologis demi kesehatan mental manusia termasuk remaja. Adapun manfaat dari dzikir sebagai berikut
Dzikir dapat menghindarkan dari bahaya
Dalam menjalani kehidupan, ancaman bahaya akan selalu mempunyai kemungkinan untuk dating. Kita dapat belajar dari kisah Nabi Yunus AS ketika ia ditelan ikan besar. Ketika berada dalam situasi bahaya seperti itu, Yunus berdoa: la ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadh dhalimin, yang artinya tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku telah berbuat dzalim. Berkat doa dan mengingat Tuhan itu,Yunus A.S berhasil keluar dari dalam perut ikan.
Dzikir sebagai terapi jiwa Islam
Sebagai agama rahmatan lil’alamin menawarkan suatu konsep yang dikembangkannya nilai-nilai ilahiah dalam batin seseorang. Seperti contoh antara lain adalah shalat, karena didalam shalat dipenuhi atau dibuat utuh dengan doa dan dzikir. Sebab itu, disini lah misi Islam yang terlihat bertujuan untuk menyejukkan hati manusia. Dzikir fungsional, akan mendatangkan manfaat seperti mendatangkan kebahagiaan, menentramkan jiwa, juga obat penyakit hati dan sebagainya.
Adapun tahapan-tahapan dari proses menjadikan doa dan dzikir sebagai media penyembuhan gangguan kesehatan mental antara lain:
Proses takhalli (deconditioning), formula dzikir yang lazim dibaca adalah istighfar. Setiap hari Rasulullah SAW membaca istighfar minimal 70 kali. Namun, yang terpenting, dzikir itu dilakukan dengan kesadaran untuk menghapus memori di masa lalu yang mengotori batin seseorang.
Proses tahalli (reconditioning), dzikir yang lazim dilantunkan adalah shalawat. Pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengenal Allah (ma’rifatullah), kemudian dzikrullah, dzikir mengingat Allah.
Proses tajalli (unconditioning), biasanya dzikir yang diucapkan”La Ilaha Illa Allahu”(tiada Tuhan selain Allah). Sering kali dzikir ini dipadukan dengan dua formula dzikir di atas (istighfar dan shalawat), kemudian ada dzikir khusus sesuai dengan tujuan-tujuan tertentu, untuk pembersih hati.(Zikir, 2018).
Berdasarkan analisis diatas, dapat disimpulkan bahwa kondisi mental seseorang terutama remaja dapat dikaitkan dengan aspek spiritual. Remaja tengah mengalami masa perkembangan yang rentan terhadap tekanan mental yang disebabkan oleh perubahan fisik, emosional, social, dan pencarian identitas diri. Suatu lingkungan, hubungan dengan orang-orang terdekat, serta konflik internal yang belum dapat dikelola dengan baik dapat memicu masalah mental seperti stress, kecemasan, perasaan kesepian, dan kesulitan dalam berinteraksi sosial.
Permasalahan atau gangguan pada kesehatan mental pada remaja, dapat diatasi melalui seorang ahli psikis (jiwa) yang disebut juga sebagai psikolog, serta dapat diatasi juga bersamaan dengan pendekatan Islam seperti doa, dzikir, dan ibadah lainnya yang dapat menenangkan jiwa.
Nyatanya, integrasi psikologi dan nilai-nilai spiritual Islam menjadi solusi holistik untuk menjaga keseimbangan fisik, mental, dan spiritual, hingga membantu remaja menghadapi masalah hidup dengan lebih tenang dan beriman.
Saran
Saran yang dapat disampaikan adalah:
Bagi remaja:
Penulis mengharapkan sebaiknya mereka lebih sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan jiwa. Bukan hanya kondisi badan dan pikiran, tetapi juga memperkuat rohani melalui ibadah, doa, serta dzikir sebagai jalan terdekat kepada Allah SWT.
Bagi orang tua dan anggota keluarga:
Penulis mengharapkan orang tua atau anggota keluarga memberikan dorongan rasa dan batin kepada remaja, menciptakan lingkungan yang tentram, nyaman, dan tidak lupa untuk terus menberikan sokongan yang kuat terkait agama dalam kegiatan sehari-hari, agar iman pada anak yang memasuki fase remaja mengkukuhkan pijakannya.
Bagi para ahli atau psikolog:
Diharapkan mampu melanjutkan penggabungan metode pengobatan atau terapi kesehatan mental dengan nilai-nilai keimanan Islam secara cerdas saat melayani klien muslim agar pemulihan kesehatan klien menjadi lebih untuh dan mempunyai arti.
Bagi peneliti selanjutnya:
Penulis mengharapkan agar bisa melakukan penelitian lebih mendalam yang berdasarkan bukti nyata betapa berpengaruhnya doa dan dzikir ketika dipadukan dengan ilmu ilmiah pskologi saat menjalani terapi kesehatan mental
Semua saran yang telah tercantum, diharapkan dapat membantu dalam menambah pemahaman dan pelaksanaan nilai spiritual Islam dalam menjaga dan memulihkan kesehatan jiwa kaum remaja.
