Oleh Najibah Rahmania & Rena Mutiya. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Pernah dengar kalimat “Marriage is scary”?
Kalimat yang berarti pernikahan itu menakutkan ini cukup populer di kalangan Generasi Z. Banyak yang merasa takut berkomitmen karena berpikir pernikahan penuh risiko dan masalah. Tapi tentu saja, tidak semua Gen Z takut menikah banyak juga yang justru ingin membangun keluarga yang baik dan bahagia.
Bagi Gen Z yang ingin melangkah ke jenjang pernikahan, persiapan bukan hanya soal mental dan fisik. Ilmu tentang pernikahan juga sangat penting. Yuk, kita siapkan diri menuju keluarga sakinah yang harmonis.
Kita sering mendengar ucapan “semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.”
Tapi, apa sebenarnya makna ketiga kata ini?
Sakinah: tenang, damai, dan tentram, perasaan nyaman dalam ikatan pernikahan.
Mawaddah: cinta yang nyata, bukan sekadar kata, tetapi diwujudkan lewat perhatian dan dukungan.
Rahmah: kasih sayang yang lembut, kita siap memaafkan, memahami, dan menjaga satu sama lain.
Jika ketiganya berjalan seimbang, insyaAllah rumah tangga akan lebih kuat.
Keluarga: Bukan Sekadar Rutinitas
Dalam Islam, keluarga bukan hanya urusan nafkah dan aktivitas sehari-hari.
Di dalamnya, kita belajar bersyukur, bersabar, jujur, dan saling menghargai.
Dengan niat ibadah, setiap usaha dalam bekerja, mengurus rumah, hingga mendidik anak akan bernilai besar di hadapan Allah.
Nilai Dasar yang Menguatkan Keluarga
- suami dan istri setara dan saling melengkapi,
- pembagian peran dilakukan secara adil,
- cinta dan kasih sayang terus dipelihara,
- ada keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.
Semua Anggota Keluarga Punya Peran
Bukan hanya suami atau istri yang memegang peran penting. Setiap anggota keluarga punya tanggung jawab:
Suami: membimbing dan menafkahi keluarga.
Istri: berhak mendapatkan perlakuan baik serta kesempatan berkembang.
Anak: berhak memperoleh kasih sayang dan pendidikan yang layak.
Namun, semuanya tetap harus saling menghormati dan menjaga satu sama lain.
Dalam pengasuhan, orang tua tidak cukup hanya memberi makan dan pakaian. Anak juga butuh rasa aman, dukungan keluarga, teladan yang baik, dan kasih sayang. Dari sinilah lahir generasi yang mandiri, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan.
Apa Pelajarannya?
Pernikahan bukan sekadar “bahagia sekarang” atau selalu bersama setiap waktu.
Pernikahan adalah komitmen jangka panjang untuk berjalan bersama dalam suka dan duka.
Bangunlah cinta yang matang: ada komunikasi, saling menguatkan, dan tujuan yang jelas yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keluarga sakinah adalah cita-cita setiap rumah tangga. Dengan bekal tauhid, keadilan, cinta, dan kasih sayang, Generasi Z dapat membangun keluarga yang harmonis, bahagia, dan menjadi ladang ibadah.
Pada akhirnya, keluarga bukan hanya tempat tinggal, tetapi ruang untuk bertumbuh bersama menuju ridha Allah SWT.
