Oleh: Khasfa Nafeezah Fikriatunnisa. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
DEPOKPOS – Secara definisi, keluarga sakinah adalah keluarga yang bersifat damai dan tenang. Dimana, mereka saling mencintai, menghormati, dan mendukung satu sama lain. Tetapi, keluarga ini juga dilandasi oleh sifat-sifat keimanan dan ketakwaan yang diberikan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an dan Sunnah.
Selain itu, konsep keluarga sakinah juga mencakup aspek kesejahteraan sosial dan ekonomi keluarga. Keluarga sakinah adalah keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan material dan spiritual keluarganya tanpa menimbulkan konflik. Oleh karena itu, mencari nafkah halal, berbagi rezeki dengan sesama, serta mengelola keuangan keluarga dengan bijak menjadi bagian integral dari implementasi konsep keluarga sakinah.
Namun, mewujudkan keluarga sakinah di era modern ini bukanlah perkara mudah. Dengan pesatnya perkembangan zaman membawa serta berbagai tantangan yang semakin kompleks dalam membina rumah tangga. Faktor-faktor seperti tekanan ekonomi, penetrasi gaya hidup modern yang terkadang tidak selaras dengan nilai-nilai agama islam, minimnya komunikasi yang sehat dan efektif antaranggota keluarga, pengaruh dari media sosial, hal-hal ini dapat menjadi ancaman terhadap keharmonisan dan stabilitas keluarga.
Ciri-ciri Keluarga Sakinah
Keluarga Sakinah didirikan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah
Fondasi utama keluarga sakinah adalah ketakwaan kepada Allah SWT. Melalui kegiatan seperti beribadah, menjalankan kewajiban agama, dan juga membangun ketahanan mental. Nilai-nilai ini juga berfungsi sebagai solusi dan bimbingan ketika pasangan atau orang tua menghadapi berbagai ujian hidup.
Adanya sifat cinta dan kasih sayang
Harmonisasi dalam keluarga terwujud melalui rasa saling mencintai, menghargai, dan memahami antara suami dan istri. Hubungan terus diperkuat dengan pola asuh orang tua yang penuh kasih, yang kemudian direspon oleh anak-anak dengan sikap hormat serta kepatuhan. Ketulusan emosional ini menjadi perekat yang memperkokoh struktur dan ikatan batin antar seluruh anggota keluarga.
Menganut nilai keadilan dan tanggung jawab
Nilai keadilan harus ditegakkan bagi seluruh anggota keluarga tanpa adanya diskriminasi. Hal ini diwujudkan melalui pembagian tanggung jawab domestik yang diberikan secara proporsional antara suami dan istri. Selain itu, orang tua berkewajiban untuk memberikan kasih sayang serta perhatian yang merata kepada setiap anak, memastikan tidak ada pihak yang merasa dikesampingkan.
Menjaga hubungan kerabat dan ipar
Pernikahan memiliki tujuan strategis untuk mempererat tali silaturahmi antara dua keluarga besar, termasuk saudara ipar dan kerabat luas. Menjaga keharmonisan hubungan ini sangat penting karena keretakan komunikasi dengan pihak keluarga pasangan sering kali menjadi faktor pemicu konflik yang bisa jadi penyebab perceraian.
Menyelesaikan semua permasalahan secara damai
Keluarga sakinah mengatasi berbagai dinamika persoalan melalui komunikasi yang efektif. Suami dan istri senantiasa menghadapi masalah secara terbuka untuk mengurai setiap kerumitan yang muncul. Prinsip utamanya adalah bahwa setiap kendala dapat dicarikan jalan keluarnya, asalkan kedua belah pihak memiliki komitmen yang kuat untuk menyelesaikannya bersama.
Cara-cara mengimplementasikan Keluarga Sakinah
Kesetaraan dan Saling Menghormati Antara Suami dan Istri
Hubungan yang setara antara suami dan istri memperkuat ikatan batin dan rasa saling menghargai. Islam mengajarkan agar suami memperlakukan istri dengan kelembutan, sementara istri memberikan penghormatan dan dukungan penuh atas tanggung jawab suami.
Kesetaraan ini juga terlihat dari cara keluarga menyelesaikan masalah, yaitu dengan berdiskusi untuk mencapai kesepakatan bersama. Dengan demikian, tanggung jawab dalam mengurus keluarga, baik dari sisi ekonomi, perasaan, maupun bimbingan agama, dipikul bersama secara adil dan seimbang.
Pentingnya Komunikasi yang Baik dalam Keluarga
Komunikasi efektif merupakan instrumen utama dalam membangun pemahaman dan dukungan antaranggota keluarga. Melalui pola interaksi yang jujur dan transparan, setiap individu dapat mengekspresikan emosi, gagasan, serta kekhawatiran mereka, yang pada gilirannya memperkokoh kedekatan emosional dan solidaritas mereka. Selain itu, dengan kata-kata yang santun dan kemampuan berempati dengan orang lain akan memungkinkan tercapainya solusi mufakat, sehingga potensi konflik dapat diminimalisir demi stabilitas hubungan keluarga.
Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak-Anak
Orang tua memegang peran penting sebagai model yang perilakunya akan diinternalisasi oleh anak-anak. Melalui contoh nyata dalam aspek kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab, orang tua secara langsung membentuk fondasi karakter positif pada anak. Selain keteladanan sikap, orang tua juga berkewajiban membekali anak dengan pendidikan agama sebagai kompas moral. Pemahaman religius yang kuat memungkinkan anak untuk menghadapi tantangan hidup secara bijaksana, bertanggung jawab, serta senantiasa menjaga etika dalam berinteraksi sosial.
Pada era modern ini memang susah untuk membuat keluarga Islami yang bersifat Sakinah, dengan naiknya nomor ekonomi, hidup keluarga gaya modern yang tidak selaras dengan nilai-nilai Sakinah, dan dengan generasi baru yang dikenal sebagai generasi yang paling kesepian akan membentuk komunikasi akan susah.
Tetapi walaupun itu, kita masih bisa mengembangkan Keluarga Sakinah di era modern ini. Dengan lebih banyaknya komunikasi dan kerja sama antara orang tua, keadilan dan kasih sayang yang diberikan setara ke setiap anggota individu keluarga. Dan peran orang tua sebagai guru dan model anak-anaknya dengan mengajari mereka pentingnya Pendidikan agama.
