DEPOK – Aktivis Dakwah, Ustadzah Siti Aisyah menegaskan ketika kaum Muslim mengenal berbagai macam pintu surga, itu semua kabar gembira karena memiliki kesempatan yang sama untuk meraih surga-Nya.
“Ini adalah kabar gembira bagi setiap Muslim yang memiliki kesempatan sama untuk meraih surga, karena Allah menciptakan manusia dengan kelebihan dan kecenderungan amal yang berbeda-beda,” ungkapnya dalam _Kajian Muslimah Shalihah Rutin, Ibadah Qurban: Meniti Jalan Ketaatan Menuju Pintu-Pintu Surga-Nya_, Sabtu, (16/5/2026) di Depok.
Lebih lanjut ia menjelaskan, setiap orang memiliki pintu kebaikan yang paling dekat dengan dirinya. Perbedaan ini bukanlah penghalang, melainkan rahmat. Allah tidak menuntut semua hamba-Nya menjadi sama, tetapi menghendaki agar masing-masing menemukan amal terbaiknya lalu menjaganya dengan konsisten.
”Setiap pintu memiliki kriteria, sehingga kita bisa memilih amal mana yang ingin diunggulkan. Namun, persoalan besar yang sering dihadapi manusia adalah lemahnya istiqamah. Semangat beramal sering datang hanya sesaat, lalu memudar ketika godaan dunia menghampiri. Banyak orang mampu melakukan amal besar sekali-dua kali, tetapi sedikit yang sanggup bertahan dalam amal kecil yang terus-menerus,” bebernya di hadapan 31 jemaah.
Padahal, menurutnya Rasulullah SAW mengajarkan, amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang kontinu, walaupun sedikit. “Dari sinilah kita belajar, jalan menuju surga bukan ditentukan oleh gemerlapnya amal sesaat, tetapi oleh ketekunan hati yang tidak lelah berbuat taat,” tegasnya.
Ia pun menyemangati ibu-ibu jemaah agar tidak berputus asa karena belum memiliki amalan khusus. “Andaikan kita belum memiliki amalan khusus jangan berputus asa. Jalan menuju surga juga dibuka melalui taubat yang tulus dan kesungguhan memperbaiki diri. Misalnya yang paling sederhana: menjaga salat lima waktu, membiasakan sedekah meski sedikit, memperbanyak istigfar, membaca Al-Qur’an setiap hari, atau menahan lisan dari menyakiti orang lain,” sebutnya.
Rasulullah SAW pun lanjutnya, menggambarkan surga memiliki pintu-pintu yang berbeda, masing-masing dipersiapkan bagi amal-amal istimewa bagi seorang Mukmin. Ia pun mengutip hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menginfakkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga. Wahai hamba Allah, ini adalah kebaikan. Barang siapa termasuk dari golongan ahli salat, ia akan dipanggil dari pintu salat. Barang siapa dari ahli jihad, ia akan dipanggil dari pintu jihad. Barang siapa dari ahli puasa, ia akan dipanggil dari Pintu Rayyan. Dan barang siapa dari ahli sedekah, ia akan dipanggil dari pintu sedekah” (HR Bukhari dan Muslim).
Lanjutnya, Al Qadhi ‘Iyadh rahimahullah pernah menjelaskan “Imam Muslim dalam hadits menyebutkan ada 4 pintu surga, kemudian beliau menyebutkan 4 sisanya. Di antaranya: babut taubah (pintu taubat), babul kazhiminal ghaizha (pintu menahan marah), babur radhiin (pintu ridha), dan babul ayman (pintu kanan) yang dimasuki oleh orang yang masuk surga tanpa hisab” (At Tadzkirah bi Ahwalil Mauta wal Akhirah, 16/183).
Ia pun menyemangati para hadirin. “Bisa jadi amal sederhana itulah yang kelak menjadi penyelamat kita di hadapan Allah. Sebab surga bukan hanya untuk mereka yang melakukan amal-amal besar, tapi juga untuk mereka yang setia meniti jalan kebaikan tanpa menyerah,” pungkasnya.[Mega Marlina]

