DEPOKPOS – Generasi Z saat ini mulai memperlihatkan pola baru dalam memperhatikan kesehatan. Jika sebelumnya aktivitas fisik, pola makan sehat, dan tidur yang cukup dianggap hanya sebagai pilihan, kini banyak anak muda menjadikannya sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan ini menandakan bahwa pemahaman mengenai kesehatan tidak lagi sebatas saat tubuh mengalami sakit, tetapi juga sebagai sebuah cara untuk meningkatkan kualitas hidup sejak usia muda.
Perubahan pola berpikir ini terlihat dari meningkatnya jumlah Gen Z yang secara rutin berolahraga, memperhatikan pola makan, serta mengurangi kebiasaan yang dianggap buruk bagi kesehatan. Gen Z dan Pola Hidup Sehat yang Baru. Penelitian mengungkapkan bahwa 94 % individu milenial dan Gen Z melakukan aktivitas fisik secara teratur minimal seminggu sekali. Di samping itu, 47 % dari Gen Z lebih memilih untuk berolahraga di rumah, sementara 20 % memilih berolahraga di area perumahan dan 11 % di pusat kebugaran atau gym.Banyak dari mereka mulai memilih untuk berjalan kaki, berlari, bersepeda, pergi ke gym, hingga mengikuti kelas olahraga yang disediakan secara online. Di sisi lain, sebagian besar dari mereka juga menjadi lebih sadar akan pentingnya meminum air putih, mengonsumsi makanan yang bergizi, dan mengatur waktu istirahat dengan baik. Kebiasaan seperti ini muncul karena Gen Z dibesarkan di tengah aliran informasi yang sangat cepat, sehingga mereka lebih mudah terpapar pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan.
Namun, perubahan ini bukan hanya soal penampilan fisik. Bagi banyak anak muda, hisup sehat juga berkaitan dengan kondisi mental, produktivitas, dan rasa percaya diri. Olahraga, contohnya, sering dipilih bukan hanya untuk membentuk fisik, tetapi juga untuk meredakan tekanan dan menjaga suasana hati. Gaya hidup sehat pun akhirnya menjadi salah satu cara Generasi Z mengatasi tekanan hidup, tanggung jawab akademik, pekerjaan, serta kegiatan sosial yang padat. Dengan kata lain, kesehatan sekarang dilihat sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar kebutuhan sementara.
Meskipun begitu, kebiasaan sehat di kalangan Generasi Z masih perlu dijaga agar tidak sekadar menjadi tren. Banyak individu yang termotivasi berolahraga pada awalnya, namun berhenti saat mereka menghadapi kesibukan atau kehilangan semangat. Begitu juga dengan pola makan yang sehat, sering kali hanya diterapkan saat sedang banyak dibicarakan di media sosial. Jika ini terjadi, bisa jadi kesadaran akan kesehatan hanya bersifat permukaan. Oleh karena itu, yang lebih penting adalah menjadikan gaya hidup sehat sebagai rutinitas permanen, bukan sekadar tren sesaat.
Peran lingkungan juga sangat besar. Sekolah, kampus, keluarga, dan platform media sosial seharusnya berkontribusi dalam mendorong perilaku sehat secara berkelanjutan. Apabila fasilitas olahraga dapat diakses dengan mudah, makanan sehat menjadi lebih terjangkau, serta pendidikan mengenai kesehatan terus dilakukan, maka perilaku positif akan lebih mudah untuk dipertahankan. Gen Z sebenarnya memiliki potensi besar untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, tetapi potensi tersebut perlu didukung oleh ekosistem yang sesuai. Tanpa adanya dukungan, semangat untuk hidup sehat sering kali hanya menjadi wacana.
Pada akhirnya, kebiasaan baru Gen Z dalam menjaga kesehatan patut mendapat apresiasi karena mencerminkan perubahan sikap yang lebih matang terhadap hidup. Generasi ini mulai menyadari bahwa kesehatan bukan hanya bebas dari penyakit, tetapi juga mencakup usaha menjaga tubuh, pikiran, dan energi dalam kondisi seimbang. Jika pola pikir ini terus dipertahankan, Gen Z tidak hanya akan menjadi generasi yang aktif dan produktif, tetapi juga generasi yang lebih siap menghadapi masa depan dengan kondisi fisik dan mental yang lebih tangguh.
Alya Nur Shafa
Universitas Mulawarman
Program Studi Akuntansi
