Inovasi Program Studi Teknik Lingkungan dalam Mewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan

oleh
oleh

OLEH ATA ELYSIA EVANA PUTRI

DEPOKPOS – Akatirta atau Akademi Teknik Tirta Wiyata merupakan kampus air satu-satunya yang terletak di Indonesia, lebih tepatnya berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kampus Akatirta ini memiliki 1 program studi yaitu prodi Teknik Lingkungan. Di tersebut kita sebagai mahasiswa difokuskan untuk mempelajari konsentrasi di bidang dan peminimalan pencemaran air.

Dalam proses pembelajaran materi prodi mengenai ini mahasiswa dan dosen terkadang melakukan aksi nyata dengan berkolaborasi dengan salah satu kantor PDAM.

Program studi teknik lingkungan ini selain kita mempelajari mengenai polusi dan pencemaran air, mahasiswa juga mempelajari tentang perancangan pipa,pompa, dan sistem untuk mendistribusikan air minum secara efisien dan aman ke pelangggan.

Dalam pengelolaan kualitas air, akan berfokus pada pengujian laboratorium agar air minum selalu memenuhi standar baku mutu. Tak lupa pengolahan limba juga termasuk dalam materi pembelajaran di prodi ini.

Pengelolaan limbah terkait dengan penanganan sisa pengolahan air dan limbah di lingkungan PDAM. Maka kesimpulan dalam prodi ini adalah setiap materi atau bahan belajar satu sama lain saling terikat dan berhubungan.

Materi dan bahan yang berhubungan dengan teknik lingkungan mencakup berbagai aspek yang penting untuk pengelolaan, dan pemanfaatan sumber daya air secara berkelanjutan.

Ada berbagai materi mengenai siklus air, salah satunya adalah HIDROLOGI. Proses pada materi ini adalah seperti evaporasi, kondensasi, presipitasi, infitrasi, dan aliran permukaan. Yang terpenting adalah memahami distribusi dan ketersediaan air.

Selain materi HIDROLOGI, di program studi ini juga mempelajari mengenai kualitas air. Secara spesifik dan lebih detail, materi ini mencakup berbagai sumber fisik seperti; suhu, kekeruhan, bau, rasa. Dan bahan kimia seperti; pH, BOD, COD, TSS, logam berat, dan nutrien. Serta juga mempelajari standar kualitas air minum melalui pengelolaan air bersih (SNI,WHO) dan standar air limbah (peraturan pemerintah, misalnya PP No. 22 Tahun 2021 di Indonesia.

Pengelolaan air bersih juga menjadi materi yang paling banyak diminati. Tujuan ini yaitu menyediakan air yang aman untuk dikonsumsi masyarakat. Tahapan pengelolaan meliputi koagulasi, sendimentasi, filtrasi, disinfeksi (klorinasasi, ozonisasi, UV).

Selain pengelolaan air bersih, terdapat juga pengelolaan air limbah. Tujuannya mengurangi pencemaran sebelum dibuang kebadan air. Jenis limbah dapat berasal dari domestik, industri, maupun pertanian. Pengelolaan air ini tentunya akan dapat berjalan dengan lancar apabila sumber daya air dan manajemen air berkelanjutan dapat seimbang.

Sumber daya air dapat berasal dari air permukaan, air tanah, dan air hujan. Pengelolaannya dapat melalui konservasi air, pengelolaan DAS, ataupun pengendalian banjir dan kekeringan. Diimbangi dengan manajemen air berkelanjutan seperti pengaturan tata guna lahan dan partisipasi masyarakat.

Terakhir, mengenai isu dan tantangan air. Polusi air yang disebabkan oleh iklim atau limbah industri, domestik, dan pertanian masih kerap menjadi perbincangan di lingkungan sekitar sehingga berdampak menjadi krisis air bersih.

Permasalahan banjir dan kekeringan juga kerap melanda negara ini di berbagai daerah. Salah satu penyebab terjadinya banjir adalah pembuangan sambah di sungai, penyumbatan yang disebabkan oleh limbah pabrik, dan banyak masalah yang disebabkan oleh penduduk itu sendiri.

Langkah menangulangi banjir adalah dengan mengupayakan penanaman hutan kembali dan penghijauan sehingga dapat meninjau pula pada masalah kekeringan. Jika kita tidak segera melakukan perubahan pada pola kerja menjaga lingkungan, krisis air bersih pun akan sulit untuk diatasi.

Tentang Penulis:
Mahasiswa Aktif Akademi Teknik Tirta Wiyata Semester 1 Prodi Teknik Lingkungan