Strategi membentuk Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah : Integrasi pendekatan Islam dan Psikologi Positif

oleh
oleh

Oleh : Muhammad Faris Ibadurrahman, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Dalam dinamika kehidupan modern yang penuh dengan tantangan, keluarga menjadi pondasi utama dalam membentuk individu yang sehat secara emosional, spiritual, dan sosial. Keharmonisan keluarga menjadi landasan yang cukup penting dalam pembentukan Masyarakat atau individu yang Sejahtera, karena keluarga adalah unit terkecil yang mendukung keberlanjutan kehidupan sosial. Ketika kita membahas konsep atau materi tentang Sakinnah Mawaddah Warahmah kita tidak boleh melupakan sumber dari segala sumber bagi umat muslim di seluruh dunia yaitu Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an pada surah ke 30 ayat 21 menyebutkan ;

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Artinya : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari sejenismu sendiri agar kamu merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kamu rasa Mawaddah dan Rahmah. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir (QS. Ar-Rum : 21)

Sakinah (damai) dalam keluarga berarti adanya kedamaian dan memberikan rasa tenang yang dirasakan oleh setiap anggota keluarga. Ini mencakup sikap saling menghormati, menghargai dan juga mendukung satu sama lain. Menurut Ustadz Salim A. Fillah, Sakinah dalam keluarga dapat diciptakan melalui komunikasi yang baik, sabar, dan pengertian antar anggota keluarga nya. Mawaddah (kasih sayang) menggambarkan cinta dan kasih sayang yang tulus di dalam keluarga. Ini bukan sekedar memberikan kasih sayang atau perhatian secara fisik, tetapi juga memberikan kasih sayang secara emosional dan juga spiritual. Ustadz Salim menekankan bahwa mawaddah dalam keluarga dapat diperkuat melalui waktu berkualitas bersama, saling memberikan dukungan, dan juga menjaga komitmen satu sama lain. Warahmah (Rahmat) mencerminkan sikap lembut, pengertian dan siap untuk memaafkan kesalahan satu sama lain. Disini Ustadz Salim juga menekankan bahwa sifat Rahmah didalam keluarga dapat dipupuk melalui sikap yang rendah hati, selalu memaafkan, dan membangun suasana yang positif dalam berumah tangga.

Didalam keluarga yang Sakinah, mawaddah, dan juga penuh Rahmah haruslah ditemukan sebuah kebahagiaan dan juga kesejahteraan. Kebahagiaan adalah salah satu kunci utama dalam psikologi positif. Namun, kebahagiaan bukan hanya tentang perasaan senang atau puas sesaat. Sebaliknya, kebahagiaan disini mempunyai keterkaitan dengan kesejahteraan subjektif ayng mencakup perasaan positif yang berkelanjutan dan penilaian diri yang positif pula. Lalu, kesejahteraan adalah konsep luas yang meliputi berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan sosial yang sehat dan rasa puas terhadap bentuk pencapaian. Menurut teori psikologi positif, untuk mencapai suatu kesejahteraan yang optimal, kita perlu memupuk tiga komponen utama

1. Kebahagiaan atau kesenangan : merasa senang dalam kehidupan sehari-hari emlalui hal-hal sederhana, seperti menikmati waktu bersama keluarga.

2. Keterlibatan : terlibat dalam segala bentuk aktivitas bersama keluarga

3. Makna : mencari makna hidup yang lebih besar, seperti mencari tujuan hidup yang memberi kita arah dan juga berpengaruh untuk orang lain.

Selain memupuk ketiga komponen tersebut, psikologi positif menyebutkan juga untuk meningkatkan kebahagiaan secara signifikan ialah dengan meningkatkan rasa syukur. Penelitian menyebutkan bahwa berlatih untuk bersyukur dapat mengurangi stress, meningkatkan kepuasaan hidup serta juga bisa memperbaiki hubungan secara sosial.

Bagaimana cara sederhana untuk berlatih bersyukur? Yaitu dengan cara setidaknya mencatat paling sedikit 3 hal positif yang terjadi setiap hari nya. Kenapa begitu? Karena kita akan fokus paad hal-hal yang baik dalam hidup, bukan hanya pada kekurangan atau permasalahan yang menimpa di dalam kehidupan kita.

Praktik rasa syukur menjadi salah satu pendekatan efektif dalam membentuk keluarga Sakinah, mawaddah, warahmah. Psikologi positif menunjukkan bahwa kebiasaan mengucapkan rasa syukur dapat menibgkatkan kepuasaan hidup, memperkuat relasi sosial, serta menurunkan Tingkat stress. Dengan demikian, rasa syukur tidak hanya meningkatkan kebahagiaan untuk individu, tetapi juga menciptakakn atmosfer atau rasa kehangatan dalam keluarga yang lebih harmonis dan juga penuh Rahmah.

Secara keseluruhan, strategi pembentukan keluarga Sakinah, mawaddah, warahmah dalam perspektifpsikologi ppoitif dapat dilakukan melalui penguatan komunikasi yang sehat, penumbuhan rasa kasih sayang yang signifikan, empati, peningkatan rasa syukur, pencarian makna hidup. Nilai-nilai yang terkandung di dalam agama islam dan juga pendekatan ilmiah psikologi positif menjadian keluarga tidak hanya sebagai tempat bernaung atau hanya tempat tinggal semata, tapi keluarga juga tempat peningkatan spiritualitas dan juga tempat berkembang setiap individu terutama dalam kesejahteraan psikologis dan kebahagiaan yang berkelanjutan.