Meningkatkan Kreatifitas Anak Melalui Kerajinan Aksesoris

oleh
oleh

DEPOKPOS – Kreativitas dan kemandirian keuangan sejak usia sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter anak yang tangguh dan bertanggung jawab.

Di tengah perkembangan zaman sekarang yang serba instan dan budaya konsumtif yang kian menguat, banyak anak terbiasa menggunakan uang hanya untuk membeli barang tanpa menyadari bahwa mereka sebenarnya mampu menghasilkan sesuatu yang bernilai jual.

Menyadari bahwa pentingnya hal tersebut, mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di MI Miftahul Falah, Jakarta Selatan, pada bulan November 2025.

Kegiatan ini mengusung tema “Meningkatkan Keterampilan Kreatif Anak melalui Kerajinan Aksesori Manik-Manik sebagai Sumber Ekonomi untuk Kemandirian Keuangan bagi Siswa-Siswi Kelas V MI Miftahul Falah”.

Dalam kegiatan PKM ini, mahasiswa berupaya menanamkan pemahaman bahwa anak tidak hanya dapat menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang mampu menghasilkan karya bernilai ekonomi.

Melalui pelatihan pembuatan kerajinan aksesoris dari manik-manik, siswa diperkenalkan pada proses sederhana mulai dari merancang, merangkai, hingga menghasilkan produk jadi seperti gelang, gantungan kunci, dan cincin.

Kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai aktivitas keterampilan tangan, tetapi juga sebagai media pembelajaran literasi keuangan dan jiwa kewirausahaan sejak dini.

Siswa diajak memahami bahwa setiap produk yang mereka buat memiliki nilai jual, dan dari situlah mereka dapat belajar menghargai usaha, waktu, serta kreativitas diri.

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini menggabungkan pendekatan praktik langsung, permainan edukatif, dan simulasi sederhana kewirausahaan.

Pada tahap awal, siswa diberikan penjelasan singkat mengenai konsep nilai ekonomi karya, perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya mengelola uang dengan bijak.

Setelah itu, mahasiswa memperkenalkan berbagai jenis manik-manik beserta contoh desain aksesoris. Siswa kemudian diajak untuk berkreasi membuat aksesoris sesuai dengan selera dan imajinasi masing-masing, dengan pendampingan dari mahasiswa.

Suasana belajar dibuat menyenangkan dan interaktif agar siswa merasa nyaman mengungkapkan ide, mencoba kombinasi warna, dan menyelesaikan karya hingga tuntas.

Setelah produk aksesoris selesai dibuat, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan konsep sederhana mengenai harga pokok, penentuan harga jual, dan keuntungan.

Melalui diskusi ringan dan simulasi jual beli di dalam kelas, siswa belajar menghitung berapa kira-kira biaya bahan yang digunakan untuk satu produk, berapa harga yang layak ditawarkan, serta bagaimana selisih antara keduanya menjadi keuntungan.

Mahasiswa juga mengajak siswa bermain peran sebagai penjual dan pembeli untuk melatih keberanian berkomunikasi, kemampuan menawarkan produk, dan sikap jujur dalam transaksi.

Dengan cara ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkannya dalam bentuk pengalaman langsung yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari siswa-siswi kelas V MI Miftahul Falah. Sebagian besar peserta mampu menyelesaikan karya aksesoris dengan desain yang unik dan menarik, sekaligus memahami bahwa karya mereka memiliki nilai jual.

Siswa mulai menyadari bahwa uang dapat diperoleh dari usaha dan kreativitas, bukan hanya dari pemberian orang tua. Selain itu, mereka juga lebih memahami pentingnya menyisihkan sebagian uang atau hasil penjualan untuk ditabung, bukan dihabiskan seluruhnya.

Hal ini menjadi langkah awal yang baik dalam menanamkan kebiasaan hemat, terencana, dan bertanggung jawab terhadap penggunaan uang.

Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan dampak positif tidak hanya dalam meningkatkan keterampilan kreatif anak, tetapi juga dalam menumbuhkan sikap mandiri, percaya diri, dan jiwa kewirausahaan sejak dini.

Kerajinan aksesoris manik-manik terbukti menjadi media pembelajaran yang efektif untuk memperkenalkan konsep sumber ekonomi dan kemandirian keuangan kepada siswa sekolah dasar.

Mahasiswa Universitas Pamulang berharap, melalui kerja sama dengan pihak sekolah dan dukungan guru serta orang tua, program serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi kegiatan berkelanjutan di MI Miftahul Falah.

Dengan demikian, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi individu yang kreatif, cerdas secara finansial, dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi secara positif di masa depan.

Penulis :
Miftahul Jannah, Mochammad Gozali, Nurul Nida, Siti Nurnenie
Mahasiswa Fakultas Ekonomi & Bisnis Program Studi S1 Akuntansi
Universitas Pamulang