DEPOK – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Depok menggelar Musyawarah Cabang (MUSCAB) VI se-Kota Depok pada Sabtu, 5 Juli 2026.
Acara dihadiri Ketua DPD PAN Kota Depok Igun Sumarno, pengurus DPD, kader, simpatisan, dan perwakilan DPW PAN Jawa Barat Ivan Gunawan. Pemerintah Kota Depok diwakili oleh Wijayanto.
Pemkot Depok Dukung dan Apresiasi
Mewakili Pemkot Depok, Wijayanto menyampaikan dukungan. “Kami mengapresiasi pelaksanaan Musyawarah Cabang Partai Amanat Nasional Kota Depok. Kami berharap target yang diinginkan tercapai, yaitu konsolidasi dan pemberian amanah kepada calon-calon Ketua DPC. Kami berharap PAN bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Depok dalam membangun Kota Depok yang lebih baik,” ujarnya.
Target 6 Kursi, 80% Kader Baru, Tanpa Dikotomi
Perwakilan DPW PAN Jawa Barat, Ivan Fadilah menegaskan target internal partai. “Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan MUSCAB VI Kota Depok. Insya Allah kader-kader baru terpilih. Target dari Ketua Umum dan Ketua DPW adalah 100% solid. Target kami 6 kursi di setiap Dapil terisi penuh, 80% anak-anak baru. Tidak ada lagi dikotomi lama-baru, grup A-grup B. Saat ini tugas kita adalah membesarkan Partai Amanat Nasional,” tegasnya.
Ambil Kembali 4 Kursi yang Dipinjam Orang Lain
Ketua DPD PAN Kota Depok Igun Sumarsono menyebut MUSCAB ini sebagai momentum evaluasi dan revitalisasi. Hampir 80% pengurus baru diisi energi baru.
“Kita pernah berjaya, tapi di 2019 ke 2024 kursi kita turun. Itu evaluasi dan nasihat buat kita semua. Hari ini kita mengumpulkan kekuatan. Target 2029, minimal 4 kursi yang sekarang dipinjam orang lain akan kita ambil kembali. Kami yakin, karena PAN adalah bagian dari koalisi pemerintahan dari pusat, Pak Prabowo, sampai ke Provinsi dengan KDM dan Gerindra, hingga Kota Depok. Keberhasilan Suri menjadi Wali Kota ada campur tangan PAN. Dengan satu koalisi ini, Insya Allah 6 kursi 2029 akan kita ambil kembali,” kata Igun.
Kader Senior Jadi Penasihat, Fokus Kaderisasi
Igun juga meluruskan soal kaderisasi. “Yang masuk struktur sekarang rata-rata alumni Barisan Muda Penegak Amanat Nasional. Yang senior tidak berhenti, tapi menempati posisi penasihat. Jadi bukan berarti yang senior kita buang. Pendidikan politik dilakukan jauh sebelum mereka jadi pengurus struktur,” jelasnya.
Ia menutup dengan jargon baru partai: “Kekuatan paling hebat adalah persatuan. Makanya sekarang dengan jargon PAN Solid, Solid 100%, PAN 1. Kami semua sudah menjadi satu kesatuan yang utuh, tidak terpecah. Kami kompak, bersatu, dan solid.” (SL)

