Oleh Caterine Retta Junita
Kriminalitas merupakan masalah yang sering terjadi di Masyarakat. Hampir setiap hari kita mendengar berita tentang pencurian, penipuan, perampokan, dan bentuk kejahatan lainnya. Hal ini jadi menimbulkan pertanyaan yang menarik, yaitu apakah seseorang menjadi penjahat karena memang dilahirkan dengan sifat tertentu atau karena pengaruh lingkungan tempat ia tumbuh. Sampai saat ini, pertanyaan tersebut masih menjadi perdebatan karena ada banyak faktor yang dapat mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal.
Dalam kehidupan sehari-hari, dapat dilihat bahwa faktor bawaan juga berperan dalam membentuk perilaku seseorang. Misalnya, ada individu yang lebih mudah marah, sulit mengendalikan emosi, atau cenderung bertindak agresif. Sifat- sifat tersebut dapat meningkatkan resiko seseorang melakukan Tindakan yang melanggar hukum. Namun, faktor bawaan bukan satu- satunya penyebab karena tidak semua yang memiliki sifat seperti itu menjadi pelaku kejahatan.
Di sisi lain, lingkungan juga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku seseorang. Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kurang harmonis, sering melihat kekerasan, atau bergaul dengan teman- teman yang memiliki perilaku menyimpang lebih beresiko terlibat dalam tindakan kriminal. Selain itu, kondisi ekonomi yang sulit dan kurangnya Pendidikan juga dapat menjadi faktor yang mendorong seseorang melakukan kejahatan.
Perilaku kriminal juga dapat dipelajari dari lingkungan sekitar dapat dipelajari dari lingkungan sekitar. Seseorang yang terbiasa melihat atau bahkan terlibat dalam tindakan melanggar hukum dapat menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang biasa. Karena itu, lingkungan sosial yang baik sangat penting dalam membentuk karakter dan perilaku seseorang.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa seorang penjahat tidak sepenuhnya dilahirkan dan tidak pula sepenuhnya diciptakan. Faktor bawaan dan faktor lingkungan sama-sama memiliki pengaruh terhadap perilaku seseorang. Namun, lingkungan yang baik, pendidikan yang cukup, serta pengawasan dari keluarga dapat membantu mencegah seseorang terjerumus ke dalam tindakan kriminal. Oleh karena itu, upaya pencegahan kejahatan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembinaan keluarga dan lingkungan masyarakat yang positif.
