Oleh Reva Mulyani, mahasiswa Universitas Prof. Dr. HAMKA Fakultas Psikologi
Punya keluarga yang minim drama, harmonis, penuh kasih sayang, bikin pengen cepet-cepet pulang itu setelah seharian berkegiatan di luar itu impian semua orang, nggak sih? Atau kamu yang sedang lagi baca ini punya rumah seperti yang aku sebut di atas? Nah, tahu nggak?
Dalam Islam ini disebut keluarga Sakinah, tapi membentuk dan menjaga sebuah keluarga seperti yang aku sebut di atas itu di zaman sekarang tuh punya tantangan tersendiri.
Kok tantangan? Iya, pasti banyak kan yang kerja, pulang, sibuk main HP masing-masing, terus tidur, gitu aja diulang tiap hari. Padahal Keluarga Sakinah itu tercipta bukan dengan sendirinya, tapi juga perlu kita niatkan, usahakan dan juga rawat supaya esensi keluarga sakinah ini tidak mati, yang akibatnya suasana rumah jadi dingin, bahkan minim komunikasi antar keluarga.
Terus, cara rawatnya mulai dari mana? Nah biar nggak bingung yuk kita bahas 3 pilar utama ini buat bangun keluarga sakinah!
Pilar I: Pengokohan Ketahanan Keluarga
Ketahanan keluarga merupakan kemampuan keluarga dalam mengelola sumberdaya dan masalah yang harus dihadapi, adapun ciri ketahanan keluarga yang sukses adalah sebagai berikut:
- Kuat dalam aspek kesehatan; Sehat secara mental, fisik, emosional dan spiritual
- Kuat dalam aspek ekonomi: keluarga memiliki sumber daya yang cukup untuk memenuhi kehidupan dengan bekerja
- Kuat dalam kehidupan keluarga yang sehat: bagaimana keluarga terampil dalam mengelola konflik
- Kuat dalam aspek pendidikan; kesiapan anak untuk belajar di rumah dan sekolah sampai tingkat pendidikan yang diinginkan dengan dukungan penuh dari orang tua hingga anak mencapai kesuksesan
- Kuat dalam aspek interaksi sosial dalam bermasyarakat
Pilar II: Langkah Strategis Mewujudkan Harmoni
Upaya membentuk keluarga sakinah harus dimulai dari membangun hubungan harmonis antara suami dan istri melalui. Berikut beberapa tindakan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan keluarga sakinah adalah:
- Adanya saling pengertian
- Saling menerima kenyataan
- Saling melakukan penyesuaian diri
- Memupuk rasa cinta
- Melaksanakan asas Musyawarah
- Suka Memaafkan
- Berperan serta mewujudkan bersama
Pilar III: Urgensi Family Time dalam Islam
Family time adalah fondasi penting dalam tumbuh kembang anak untuk mewujudkan keluarga sakinah. Kebersamaan keluarga membantu membangun ikatan emosional, menanamkan nilai, meningkatkan kesehatan mental, mendukung prestasi akademik, dan mencegah perilaku negatif.
Dalam ajaran Islam, family time memiliki makna yang lebih dalam, yaitu sebagai bentuk kasih sayang, pendidikan nilai, ibadah, silaturahmi, dan bekal ketahanan sosial. Dengan meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga, orang tua tidak hanya mendukung perkembangan anak, tetapi juga menjalankan ajaran Islam yang menekankan pentingnya kebersamaan dan cinta dalam keluarga.
