DEPOK – Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bukan sekadar momentum perayaan usia, tetapi menjadi titik refleksi sekaligus aksi nyata dalam menjawab tantangan bangsa, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan.
Hal itu tampak dalam kegiatan kunjungan bersama Muhammad Kholid Kholid Sekjen PKS (Anggota DPR RI Dapil Kota Depok dan Kota Bekasi), H. Bambang Sutopo (HBS) dan Ade Firmansyah (Anggota DPRD Kota Depok) dan Ketua DPD PKS Depok Heridianto di Kebun Hidroponik Balai Warga RW 16 Villa Pertiwi Blok H, Sukamaju, Cilodong, Ahad, 3 Mei 2026
Kegiatan ini menghadirkan pesan yang kuat bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari skala rumahan.
“Ketahanan pangan tidak harus dimulai dari skala besar, tetapi justru dari langkah-langkah kecil yang konsisten di tengah masyarakat,” ucap Muhammad Kholid dihadapan warga.
Pada kesempatan tersebut, juga dibagikan bibit pohon alpukat dan benih ikan lele untuk memperkuat ketahanan sekaligus kemandirian pangan warga sekitar.
“Melalui pembagian bibit pohon alpukat dan tebar benih lele, warga diajak untuk terlibat langsung dalam membangun kemandirian pangan dari lingkungan terdekatnya,” tambah Kholid.
Pada kesempatan yang sama, Ade Firmansyah menyebut di tengah tantangan global seperti krisis pangan, perubahan iklim, dan ketidakpastian ekonomi, keterbatasan lahan bukanlah penghalang.
“Kebun hidroponik yang dikelola warga ini menjadi simbol bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang, melainkan peluang untuk berinovasi,” tegasnya.
“Dengan teknologi sederhana dan semangat gotong royong, warga mampu menghadirkan sumber pangan sehat, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi, tambah Ade Firmansyah.
Sementara HBS menyebut, momentum Milad PKS ini juga menegaskan bahwa politik tidak boleh berhenti pada wacana dan kebijakan semata. Politik harus hadir dalam aksi nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Menanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan,” jelasnya.
“Demikian pula, menebar benih lele bukan hanya aktivitas simbolik, tetapi langkah konkret memperkuat ketahanan protein keluarga,” tambah HBS.
Kehadiran para wakil rakyat dalam kegiatan ini menjadi penegasan pentingnya kolaborasi antara legislatif, partai politik, dan masyarakat.
Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama yang hanya bisa diwujudkan melalui sinergi, partisipasi, dan keberpihakan pada pemberdayaan rakyat.
Dari RW 16 Villa Pertiwi, kita belajar bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dari bibit yang ditanam hari ini, akan tumbuh kemandirian di masa depan. Dari benih yang ditebar, akan lahir harapan yang menghidupi.
Milad ke-24 PKS menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Justru di tengah tantangan zaman, kita dipanggil untuk terus menghadirkan solusi, memperkuat ketahanan, dan menumbuhkan harapan-dari masyarakat, oleh masyarakat, untuk Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera.






